Han Eun POV
Entah dengan maksud apa dia seperti itu, memilih yeoja yang jelas-jelas mirip denganku. Tapi tak baik jika terus memikirkan sesuatu yang tak seharusnya dipikirkan. Cepat-cepat aku enyahkan pikiran itu. Setidaknya aku lebih tenang sekarang , dia tidak bersama Ah Ra lagi.
*satu bulan kemudian.....
Drrttt drrtttt , sepertinya handphone ku bergetar. Siapa yang mengirim pesan malam-malam seperti ini ? Saat ku buka handphone ku, ada satu pesan singkat di terima. Nomor baru masuk.
From : xxxxxxxxxxxxxx
Han Eun sunbae ?
Siapa ini ? Sunbae ? Aku dibuat terdiam beberapa saat setelah menerima pesan tersebut. Lalu aku lirik jam wekerku. Jam 2 pagi. Ternyata ada saja yang mengganggu orang di tengah malam seperti ini. Tapi dia mengenaliku. Lalu ku balas
Selasa, 27 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
T.O.L (tears of love) part 5
Author POV
Setelah kejadian itu, Han Eun tidak pernah berbicara lagi dan menatap wajah Sung Jin secara langsung. Ia pun tak pernah tertawa bersama Sung Jin sekiranya itu pun lawakan yang sangat bagus hingga orang yang mendengarnya bisa tertawa terbahak-bahak hingga menangis. Tapi Han Eun tahan, karena ia sudah membenci Sung Jin. Dan dari kabar burung kembali, Han Eun mengetahui bahwa Sung Jin dan yeoja chingu barunya sudah tak mempunyai hubungan kembali. Dan menurut kabar burung yang di terima Han Eun bahwa, mereka berpisah karena pihak orang ketiga, dan orang itu adalah Ah Ra. Padahal Han Eun sudah menyetujui hubungan Sung Jin dengan yeoja barunya bukan dengan Ah Ra. Walaupun sebenarnya yeoja chingu Sung Jin yang baru adalah perempuan "preman". Tapi Han Eun lebih menyukai yeoja chingu baru Sung Jin tersebut ketimbang dengan Ah Ra yang bermuka baik, pintar, tapi hanya topeng belaka.
Setelah kejadian itu, Han Eun tidak pernah berbicara lagi dan menatap wajah Sung Jin secara langsung. Ia pun tak pernah tertawa bersama Sung Jin sekiranya itu pun lawakan yang sangat bagus hingga orang yang mendengarnya bisa tertawa terbahak-bahak hingga menangis. Tapi Han Eun tahan, karena ia sudah membenci Sung Jin. Dan dari kabar burung kembali, Han Eun mengetahui bahwa Sung Jin dan yeoja chingu barunya sudah tak mempunyai hubungan kembali. Dan menurut kabar burung yang di terima Han Eun bahwa, mereka berpisah karena pihak orang ketiga, dan orang itu adalah Ah Ra. Padahal Han Eun sudah menyetujui hubungan Sung Jin dengan yeoja barunya bukan dengan Ah Ra. Walaupun sebenarnya yeoja chingu Sung Jin yang baru adalah perempuan "preman". Tapi Han Eun lebih menyukai yeoja chingu baru Sung Jin tersebut ketimbang dengan Ah Ra yang bermuka baik, pintar, tapi hanya topeng belaka.
Label:
Baca selengkapnya »
Kamis, 24 November 2011
T.O.L (tears of love) part 4
Han Eun POV
Aku hanya diam, aku tak bisa berbicara kepada mereka. Lidahnya tak sanggup untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sebagian dari mereka pun menghampiriku dan memelukku. Akhirnya mereka mengerti, aku tak bisa bilang apa-apa kepada mereka saat itu, setelah itu ataupun selamanya. Aku tak ingin bilang apapun tentang kejadian itu kepada mereka, karena aku tak ingin membuat keadaan tambah kacau.
Sejak saat itu, hubungan kami semakin parah. Tak ada komunikasi antara aku dengannya. Sama sekali tak ada. Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan singkat padanya, namun karena hatiku terlalu sakit oleh kata-katanya waktu itu, kuurungkan niat. Aku menunggu dia yang memberikan kabar padaku, tapi nyatanya tak ada satupun kabar darinya.
Satu minggu, dua minggu, tiga minggu, empat minggu dia seperti ini. Aku mulai bingung, apakah hubungan ini akan terus seperti ini selamanya ? Aku mulai berpikir tentang perasaanku padanya, aku sangat menyayanginya namun karena sikapnya yang seperti itu padaku, rasa ini menjadi mati begitu saja. Di tambah beberapa kali sindirannya di me2day, membuat hatiku hancur. Ia ingin hubungan ini berakhir. Dan mulai detik itu juga, aku sadar. Aku tak bisa lama-lama seperti ini. Jika dia tak ingin memulai untuk bertanya saja bagaimana dengan hubungan ini, berati aku yang harus memulai. Walaupun aku tau resikonya yaitu hubungan ini berakhir. Tapi jika terus di pertahankan, akan terus menambah rasa sakit ini berkelanjutan. Maka dari itu, aku memberanikan diri untuk bertanya tentang kepastian hubungan kami.
To : my namja chingu
Mau bagaimana ini ?
#deliv
From : my namja chingu
bagaimana apa ?
To : my namja chingu
hubungan ini, terus akan seperti ini ?
satu menit, dua menit, beberapa menit ia lama membalas. Aku yakin, hatinya sedang bingung.
From : my namja chingu
maaf sebelumnya, lebih baik kita akhiri saja. Karena memang sudah tak benar sejak lama. Maaf sebelumnya
Membaca balasan darinya membuat jatuh lemas. Tapi karena aku sudah tau resikonya seperti apa, aku berusaha untuk tidak menangis. Lalu, ku ketik tombol-tombol pada handphone ku untuk membalas pesan singkat darinya dengan lemas tak berdaya.
To : my namja chingu
baik jika itu maumu
kita berakhir
Maad jika selama ini aku membuatmu tidak nyaman, sekali lagi maaf.
mulai besok kita menjadi teman biasa saja :)
#deliv
From : my namja chingu
baiklah, maaf jika selama ini aku membuatmu galau. Maaf. hm Okey.
lalu aku tak membalas pesannya lagi. Akhirnya hubungan ini berakhir. Tepat pada hari dimana kami menjalin 6 bulan bersama di waktu yang sama. Sekitar pukul 10.30 malam. Sekarang ntara aku dengannya tak ada apa-apa lagi. Tapi Tuhaaaaaann, jujur aku masih sangat menyayanginya. Tapi rasa ini telah mati karenanya.
Ku kumpulkan tenagaku untuk tidak menangis. Alhasil malam itu pun aku tak menangis. Esok harinya, aku datang ke sekolah dengan berusaha untuk menutupi rasa sedihku. Tertawa untuk menutupi rasa sakit yang sebenarnya. Tapi saat tertentu, saat pelajaran sedang tidak benar, aku terdiam lalu ingat kejadian malam tadi. Sontak aku langsung menangis. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, tapi rasanya sulit. Air mata ini ingin sekali untuk keluar dari mataku (-_-). Lalu, aku permisi untuk pergi ke toilet perempuan. Aku menangis dan berdiam diri lama di toilet, hampir menghabiskan waktu pelajaran (-_-'). Lalu aku berpikir sejenak. 'Apakah aku akan terus seperti ini ? menangisi orang yang telah pergi ? yah, mungkin ini baru awal, maklum. Tapi apakah aku akan terus seperti ini ? Pikirkan Han Eun ! Kamu harus mulai mencoba untuk bangkit tanpa dia. Walaupun rasa sayangmu untuknya susah untuk dihilangkan, tapi cobalah untuk tidak terlalu terpuruk. Karena mungkin masih banyak yang lebih parah daripada kamu. Coba Han Eun pikirkan ! Masih banyak orang yang selalu menyayangimu dan selalu bersamamu' kata batinku terucap seperti itu. Akhirnya aku mencuci muka ku untuk menghilangkan bekas menangis. Tapi tetap tidak mudah hilang, mataku masih merah bengkak (-_-). Untungnya setelah ini, adalah waktunya pulang. Akhirnya aku cepat-cepat pergi ke kelas dan berkemas. Banyak yang bertanya tentang mataku. Tapi aku hanya membalasnya dengan senyum, lalu pergi.
* * *
Author POV
Sudah hampir 3 bulan sejak kejadian itu,mereka tidak pernah saling komunikasi sama sekali. Di kelas mereka jarang sekali berbicara satu sama lain. Rasa canggung sepertinya masih melanda mereka, padahal mereka sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi teman-teman sekelas mereka masih menyangka jika hubungan mereka masih berlanjut. Han Eun terkadang ingin di perhatikan oleh Sung Jin yang tak peduli dengan keberadaan Han Eun. Han Eun masih berharap untuk Sung Jin kembali kepadanya. Tapi ada daya, ia pikir itu sangatlah mustahil. Walaupun dalam hatinya tersebut masih tersimpan rasa yang amat sangat mendalam. Terkadang Han Eun perlu menangis sesekali setiap malam karena rasa rindunya pada Sung Jin. RINDU. Itu yang sering Han Eun rasakan setelah mereka berpisah. Rindu itu menyiksa batinnya. Sangat. Walaupun setiap hari bertemu, tapi mulut mereka terdiam.
Dalam 3 bulan itu, ternyata banyak yang terungkap dalam 6 bulan ini. Dari mulai hubungan Ah Ra dan Sung Jin, hingga perasaan Sung Jin kepada Ah Ra. Dan yang mengejutkan kembali, ternyata pada awal Sung Jin sudah bersama Han Eun pun, Sung Jin masih berharap lebih terhadap Ah Ra yang jelas-jelas telah menolaknya. Walaupun Ah Ra menolak, tapi Sung Jin masih tetap mengejarnya. Ternyata selama 6 bulan hubungan Han Eun dan Sung Jin dalam kebohongan belaka. Itu membuat hati Han Eun begitu sakit. Hingga Han Eun berpikir, bahwa ia hanya di jadikan mainan saja oleh Sung Jin. Betapa kejamnya seorang Sung Jin. Lalu Han Eun mencoba untuk bangkit dan melupakan Sung Jin. Ia sudah mencobanya tiga kali, tapi tetap saja rasa sayang tersebut tidak bisa hilang begitu saja.
Saat Han Eun sedang mencoba untuk melukapan Sung Jin, justru saat itu pula Sung Jin kembali mendekati Han Eun. Dari mulai menghubungi Han Eun kembali, hingga pernyataan Sung Jin kepada teman-teman sekelasnya bahwa ia ingin kembali kepada Han Eun. Itu membuat hati Han Eun luluh dan yakin bahwa Sung Jin akan kembali. Tapi anehnya, Sung Jin tak kunjung mengajak Han Eun untuk kembali secara pribadi, tak di publikasikan. Dan Sung Jin sepertinya tak ada usaha untuk membuat Han Eun kembali padanya. Tapi tetap saja Han Eun terbuai oleh harapan tersebut.
Setelah lama menunggu, Han Eun heran mengapa ia tak kunjung untuk mengajak kembali lagi. Hingga akhirnya Han Eun melihat me2day, dan ia terkejut. Ternyata Sung Jin telah menyukai perempuan lain selain dirinya. Hatinya kembali sakit, sangatttttttttttttt sakit. *lebe deh author :p* Karena ia hanya di beri harapan palsu oleh Sung Jin. Benar-benar sungguh sakit. Ia tak bisa menerimanya begitu saja. Dan me2day Han Eun dengan Sung Jin agak memanas karena sindiran Han Eun yang sangat kecewa kepada Sung Jin. Tapi Sung Jin tak peduli, malah makin memanas-manasi Han Eun. Tak terima dengan sikap itu, Han Eun pun langsung menghapus segalanya tentang Sung Jin, dari mulai sosial network termasuk me2day Sung Jin, ia hapus. Sampai kontak handphone nya pun Han Eun hapus. Foto-foto bersama boneka yang Sung Jin berikan pun ia hapus. Karena ia tidak ingin lagi mengenal dan tahu tentang Sung Jin. Hatinya sakit sangat sakit. Lebih dari sakit. hati Han EUn pun mulai menanamkan rasa benci kepada Sung Jin. Di kelas pun, Han Eun tak ingin lagi menatap wajahnya. Ia berusaha menghindar dari dari suaranya dan tak ingin mengenal yang bernama Sung Jin. Ia menganggap Sung Jin sudah mati, dan tak akan pernah untuk hidup lagi.
'6 bulan dalam kebohongan, 3 bulan bangkit yang sia-sia hanya karena satu harapan yang musnah' ungkapnya.
Hingga suatu hari, Han Eun mendapatkan kabar burung bahwa Sung Jin telah mempunyai seorang yeoja chingu baru. Tapi Han Eun sangat bersyukur karena yeoja chingunya tersebut bukanlah orang yang selama ini dia takuti , yaitu Ah Ra. Tapi yeoja chingu itu adalah adik kelas Sung Jin. Walaupun Han Eun sangat sangat sangat sakit, tapi senang. Ia mencoba untuk melepaskan dan benar-benar akan melupakan Sung Jin. Ia hanya berdoa, agar Sung Jin bahagia dengan yeoja barunya tersebut.
***
Setelah kejadian itu, Han Eun tidak pernah berbicara lagi dan menatap wajah Sung Jin secara langsung. Ia pun tak pernah tertawa bersama Sung Jin sekiranya itu pun lawakan yang sangat bagus hingga orang yang mendengarnya bisa tertawa terbahak-bahak hingga menangis. Tapi Han Eun tahan, karena ia sudah membenci Sung Jin. Dan dari kabar burung kembali, Han Eun mengetahui bahwa Sung Jin dan yeoja chingu barunya sudah tak mempunyai hubungan kembali. Dan menurut kabar burung yang di terima Han Eun bahwa, mereka berpisah karena pihak orang ketiga, dan orang itu adalah.......
TBC
*ahahahahahahah rame ga siiih ?
bahasa gue terlalu berbelit2 dan puyeng yaah maaf --v
silahkan saya sudah buka sesi komentar kok ^^ di tunggu kritik dan sarannya yah :)
Aku hanya diam, aku tak bisa berbicara kepada mereka. Lidahnya tak sanggup untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sebagian dari mereka pun menghampiriku dan memelukku. Akhirnya mereka mengerti, aku tak bisa bilang apa-apa kepada mereka saat itu, setelah itu ataupun selamanya. Aku tak ingin bilang apapun tentang kejadian itu kepada mereka, karena aku tak ingin membuat keadaan tambah kacau.
Sejak saat itu, hubungan kami semakin parah. Tak ada komunikasi antara aku dengannya. Sama sekali tak ada. Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan singkat padanya, namun karena hatiku terlalu sakit oleh kata-katanya waktu itu, kuurungkan niat. Aku menunggu dia yang memberikan kabar padaku, tapi nyatanya tak ada satupun kabar darinya.
Satu minggu, dua minggu, tiga minggu, empat minggu dia seperti ini. Aku mulai bingung, apakah hubungan ini akan terus seperti ini selamanya ? Aku mulai berpikir tentang perasaanku padanya, aku sangat menyayanginya namun karena sikapnya yang seperti itu padaku, rasa ini menjadi mati begitu saja. Di tambah beberapa kali sindirannya di me2day, membuat hatiku hancur. Ia ingin hubungan ini berakhir. Dan mulai detik itu juga, aku sadar. Aku tak bisa lama-lama seperti ini. Jika dia tak ingin memulai untuk bertanya saja bagaimana dengan hubungan ini, berati aku yang harus memulai. Walaupun aku tau resikonya yaitu hubungan ini berakhir. Tapi jika terus di pertahankan, akan terus menambah rasa sakit ini berkelanjutan. Maka dari itu, aku memberanikan diri untuk bertanya tentang kepastian hubungan kami.
To : my namja chingu
Mau bagaimana ini ?
#deliv
From : my namja chingu
bagaimana apa ?
To : my namja chingu
hubungan ini, terus akan seperti ini ?
satu menit, dua menit, beberapa menit ia lama membalas. Aku yakin, hatinya sedang bingung.
From : my namja chingu
maaf sebelumnya, lebih baik kita akhiri saja. Karena memang sudah tak benar sejak lama. Maaf sebelumnya
Membaca balasan darinya membuat jatuh lemas. Tapi karena aku sudah tau resikonya seperti apa, aku berusaha untuk tidak menangis. Lalu, ku ketik tombol-tombol pada handphone ku untuk membalas pesan singkat darinya dengan lemas tak berdaya.
To : my namja chingu
baik jika itu maumu
kita berakhir
Maad jika selama ini aku membuatmu tidak nyaman, sekali lagi maaf.
mulai besok kita menjadi teman biasa saja :)
#deliv
From : my namja chingu
baiklah, maaf jika selama ini aku membuatmu galau. Maaf. hm Okey.
lalu aku tak membalas pesannya lagi. Akhirnya hubungan ini berakhir. Tepat pada hari dimana kami menjalin 6 bulan bersama di waktu yang sama. Sekitar pukul 10.30 malam. Sekarang ntara aku dengannya tak ada apa-apa lagi. Tapi Tuhaaaaaann, jujur aku masih sangat menyayanginya. Tapi rasa ini telah mati karenanya.
Ku kumpulkan tenagaku untuk tidak menangis. Alhasil malam itu pun aku tak menangis. Esok harinya, aku datang ke sekolah dengan berusaha untuk menutupi rasa sedihku. Tertawa untuk menutupi rasa sakit yang sebenarnya. Tapi saat tertentu, saat pelajaran sedang tidak benar, aku terdiam lalu ingat kejadian malam tadi. Sontak aku langsung menangis. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, tapi rasanya sulit. Air mata ini ingin sekali untuk keluar dari mataku (-_-). Lalu, aku permisi untuk pergi ke toilet perempuan. Aku menangis dan berdiam diri lama di toilet, hampir menghabiskan waktu pelajaran (-_-'). Lalu aku berpikir sejenak. 'Apakah aku akan terus seperti ini ? menangisi orang yang telah pergi ? yah, mungkin ini baru awal, maklum. Tapi apakah aku akan terus seperti ini ? Pikirkan Han Eun ! Kamu harus mulai mencoba untuk bangkit tanpa dia. Walaupun rasa sayangmu untuknya susah untuk dihilangkan, tapi cobalah untuk tidak terlalu terpuruk. Karena mungkin masih banyak yang lebih parah daripada kamu. Coba Han Eun pikirkan ! Masih banyak orang yang selalu menyayangimu dan selalu bersamamu' kata batinku terucap seperti itu. Akhirnya aku mencuci muka ku untuk menghilangkan bekas menangis. Tapi tetap tidak mudah hilang, mataku masih merah bengkak (-_-). Untungnya setelah ini, adalah waktunya pulang. Akhirnya aku cepat-cepat pergi ke kelas dan berkemas. Banyak yang bertanya tentang mataku. Tapi aku hanya membalasnya dengan senyum, lalu pergi.
* * *
Author POV
Sudah hampir 3 bulan sejak kejadian itu,mereka tidak pernah saling komunikasi sama sekali. Di kelas mereka jarang sekali berbicara satu sama lain. Rasa canggung sepertinya masih melanda mereka, padahal mereka sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi teman-teman sekelas mereka masih menyangka jika hubungan mereka masih berlanjut. Han Eun terkadang ingin di perhatikan oleh Sung Jin yang tak peduli dengan keberadaan Han Eun. Han Eun masih berharap untuk Sung Jin kembali kepadanya. Tapi ada daya, ia pikir itu sangatlah mustahil. Walaupun dalam hatinya tersebut masih tersimpan rasa yang amat sangat mendalam. Terkadang Han Eun perlu menangis sesekali setiap malam karena rasa rindunya pada Sung Jin. RINDU. Itu yang sering Han Eun rasakan setelah mereka berpisah. Rindu itu menyiksa batinnya. Sangat. Walaupun setiap hari bertemu, tapi mulut mereka terdiam.
Dalam 3 bulan itu, ternyata banyak yang terungkap dalam 6 bulan ini. Dari mulai hubungan Ah Ra dan Sung Jin, hingga perasaan Sung Jin kepada Ah Ra. Dan yang mengejutkan kembali, ternyata pada awal Sung Jin sudah bersama Han Eun pun, Sung Jin masih berharap lebih terhadap Ah Ra yang jelas-jelas telah menolaknya. Walaupun Ah Ra menolak, tapi Sung Jin masih tetap mengejarnya. Ternyata selama 6 bulan hubungan Han Eun dan Sung Jin dalam kebohongan belaka. Itu membuat hati Han Eun begitu sakit. Hingga Han Eun berpikir, bahwa ia hanya di jadikan mainan saja oleh Sung Jin. Betapa kejamnya seorang Sung Jin. Lalu Han Eun mencoba untuk bangkit dan melupakan Sung Jin. Ia sudah mencobanya tiga kali, tapi tetap saja rasa sayang tersebut tidak bisa hilang begitu saja.
Saat Han Eun sedang mencoba untuk melukapan Sung Jin, justru saat itu pula Sung Jin kembali mendekati Han Eun. Dari mulai menghubungi Han Eun kembali, hingga pernyataan Sung Jin kepada teman-teman sekelasnya bahwa ia ingin kembali kepada Han Eun. Itu membuat hati Han Eun luluh dan yakin bahwa Sung Jin akan kembali. Tapi anehnya, Sung Jin tak kunjung mengajak Han Eun untuk kembali secara pribadi, tak di publikasikan. Dan Sung Jin sepertinya tak ada usaha untuk membuat Han Eun kembali padanya. Tapi tetap saja Han Eun terbuai oleh harapan tersebut.
Setelah lama menunggu, Han Eun heran mengapa ia tak kunjung untuk mengajak kembali lagi. Hingga akhirnya Han Eun melihat me2day, dan ia terkejut. Ternyata Sung Jin telah menyukai perempuan lain selain dirinya. Hatinya kembali sakit, sangatttttttttttttt sakit. *lebe deh author :p* Karena ia hanya di beri harapan palsu oleh Sung Jin. Benar-benar sungguh sakit. Ia tak bisa menerimanya begitu saja. Dan me2day Han Eun dengan Sung Jin agak memanas karena sindiran Han Eun yang sangat kecewa kepada Sung Jin. Tapi Sung Jin tak peduli, malah makin memanas-manasi Han Eun. Tak terima dengan sikap itu, Han Eun pun langsung menghapus segalanya tentang Sung Jin, dari mulai sosial network termasuk me2day Sung Jin, ia hapus. Sampai kontak handphone nya pun Han Eun hapus. Foto-foto bersama boneka yang Sung Jin berikan pun ia hapus. Karena ia tidak ingin lagi mengenal dan tahu tentang Sung Jin. Hatinya sakit sangat sakit. Lebih dari sakit. hati Han EUn pun mulai menanamkan rasa benci kepada Sung Jin. Di kelas pun, Han Eun tak ingin lagi menatap wajahnya. Ia berusaha menghindar dari dari suaranya dan tak ingin mengenal yang bernama Sung Jin. Ia menganggap Sung Jin sudah mati, dan tak akan pernah untuk hidup lagi.
'6 bulan dalam kebohongan, 3 bulan bangkit yang sia-sia hanya karena satu harapan yang musnah' ungkapnya.
Hingga suatu hari, Han Eun mendapatkan kabar burung bahwa Sung Jin telah mempunyai seorang yeoja chingu baru. Tapi Han Eun sangat bersyukur karena yeoja chingunya tersebut bukanlah orang yang selama ini dia takuti , yaitu Ah Ra. Tapi yeoja chingu itu adalah adik kelas Sung Jin. Walaupun Han Eun sangat sangat sangat sakit, tapi senang. Ia mencoba untuk melepaskan dan benar-benar akan melupakan Sung Jin. Ia hanya berdoa, agar Sung Jin bahagia dengan yeoja barunya tersebut.
***
Setelah kejadian itu, Han Eun tidak pernah berbicara lagi dan menatap wajah Sung Jin secara langsung. Ia pun tak pernah tertawa bersama Sung Jin sekiranya itu pun lawakan yang sangat bagus hingga orang yang mendengarnya bisa tertawa terbahak-bahak hingga menangis. Tapi Han Eun tahan, karena ia sudah membenci Sung Jin. Dan dari kabar burung kembali, Han Eun mengetahui bahwa Sung Jin dan yeoja chingu barunya sudah tak mempunyai hubungan kembali. Dan menurut kabar burung yang di terima Han Eun bahwa, mereka berpisah karena pihak orang ketiga, dan orang itu adalah.......
TBC
*ahahahahahahah rame ga siiih ?
bahasa gue terlalu berbelit2 dan puyeng yaah maaf --v
silahkan saya sudah buka sesi komentar kok ^^ di tunggu kritik dan sarannya yah :)
Label:
Baca selengkapnya »
Sabtu, 19 November 2011
T.O.L (tears of love) part 3
To : my namja chingu
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !
#delivered
Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
Baca selengkapnya »
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !
#delivered
Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
Baca selengkapnya »
Label:
Baca selengkapnya »
Jumat, 14 Oktober 2011
T.O.L (tears of love) part 2
Han Eun POV
Setelah merasakan beberapa hari di kelas baru, rasanya senang mempunyai banyak teman baru. Tapi sesekali ada rasa rindu terhadap temanku yang dulu. Oh Tuhan aku rindu merekaaaaa T.T Bila aku bertemu mereka, pasti akan ku peluk satu persatu hehe :D Saat pelajaran berganti, tepatnya pelajaran Akuntansi, seongsaenim belum datang. Anak-anak ribut seperti biasa. Lalu teman lamaku yang bernama Cho Jin menghampiriku.
"Han Eun, aku ingin bicara denganmu" katanya.
"bicara apa ? kenapa formal sekali ?" tanyaku dengan penasaran sambil bercanda kepadanya.
"Bagaimana dengan Sung Jin ? Ku lihat, kalian belum pernah bicara satu sama lain. Apakah baik-baik saja ?" tanyanya yang membuat hatiku ciut karena sedang tak ingin memikirkan hal itu. Tapi apa daya, akhirnya aku membuka mulutku. Aku ceritakan semuanya dari awal hingga saat itu sambil menahan tangis.
"Han Eun, sebenarnya ada sesuatu dengannya" katanya membuatku penasaran.
"Apa ? Dia kenapa ?" tanyaku tak sabaran.
"Mengenai yeoja itu, dulu sejak saat sebelum dengan kamu dia suka pada yeoja itu dan ingin menjadi kekasihnya" kata Cho Jin sambil menunduk tak berani melihat wajahku saat itu. Di sana, saat itu pun juga aku lemas seketika. Lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi ku kumpulkan seluruh tenaga untuk bertanya lagi padanya.
"Lalu yeoja itu menerimanya ?" tanyaku dengan gugup dan lemas.
"Tidak, dia tidak menerimanya" jawabnya dengan singkat.
"Kenapa ? " tanyaku lagi.
"Entahlah, tapi yang aku tahu dia dulu sangat dekat dengan yeoja itu. Walaupun hanya sekedar teman dan Sung Jin masih berharap padanya" jawabnya dengan agak ragu.
"Kenapa kamu baru memberitahuku saat ini ? Kenapa tak sejak dari dulu Cho Jin-ah ?" tanyaku dengan tegas sembari menahan tangisku.
"Mianhae, aku tak tega untuk memberitahumu" jawabnya. Aku masih kosong terhadap pandanganku saat itu. Masih terlalu syok untuk mengetahuinya.
"Han Eun, jangan diam saja. Mianhae, jeongmal mianhae" kata Cho Jin sambil memegang tanganku.
"Ne, aku baik-baik saja" jawabku yang masih dengan pandangan kosongku. Lemas seketika. Kaki ku lemas, hatiku sakit sesakit-sakitnya. Syok ! Itulah keadaanku sekarang. Ya Tuhan kuatkanlah aku ini T.T
Tiba-tiba seongsaengnim datang. Semua anak-anak langsung duduk di kursinya masing-masing. Saat pelajaran berlangsung pun aku tak bisa konsentrasi. Aku tetap berusaha menahan air mataku untuk tidak keluar. Di tambah kursiku di depan meja seongsaengnim. Tuhaaaan , semoga seongsaengnim tidak melihatku.
Author POV
Hatinya tak kuat lagi untuk menangis sesampai di rumah. Karena ia masih penasaran dengan pernyataan temannya tentang namja chingunya, akhirnya Han Eun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat kepada namja chingunya sendiri setelah sekian lama lose contact dengannya .
To : my namja chingu
cie yang suka sama seseorang
#delivered
Setelah pesan terkirim, akhirnya ia menunggu. Berharap di balas, apabila tidak pun tak jadi masalah karena ia sudah terbiasa dengan hal itu. Tiba-tiba handphone nya bergetar.
From : my namja chingu
suka sama siapa ?
lalu Han Eun membalasnya dengan sedikit berpikir-pikir dan hati-hati.
To : my namja chingu
siapa saja boleh, itu yang kamu suka siapa ?
#delivered
From : my namja chingu
siapa ?
To : my namja chingu
tanya hati haha
#delivered
From : my namja chingu
serius ! siapa ?
To : my namja chingu
Ah Ra
#delivered
Tak ada balasan lagi. Han Eun tetap menunggu. Setelah setengah jam lamanya, handphonenya kembali bergetar.
From : my namja chingu
Lalu ? Ah itu hanya masa lalu
To : my namja chingu
baik masa lalu ataupun sekerang, itu bukan sebuah alasan. bila masih ada rasa padanya, jujur saja padaku. Katakan saja.
#delivered
Kembali lagi, Han Eun menunggu kembali karena pesannya belum di balas. Sepuluh menit kemudian, handphonenya bergetar lagi.
From : my namja chingu
apa salah jika itu benar ?
Tubuh Han Eun mendadak lemas saat ia membaca pesan masuknya dari namja chingunya. Ia tak kuat untuk menangis, namun sekali lagi ia tahan dengan sekuat tenaga. Lalu ia mengumpulkan tenaganya untuk membalas pesannya. Ia membalasnya sambil di pikir-pikir terlebih dahulu.
To : my namja chingu
tidak, itu tidak salah. Kamu mempunyai rasa kepada seseorang pun itu hak mu. Aku tak pantas untuk melaranganya.
#delivered
Han Eun POV
Tubuhku mendadak lemas saat aku membaca pesan darinya. Rasanya mimpi buruk terjadi. Ingin aku menangis saat itu, tapi ku coba untuk menahannya. Aku tak mau besok mataku bengkak karena hal itu (__ __'). Saat aku baca pesan terkirimku untuknya yang terakhir itu, aku merasa menjadi orang paling polos sedunia. Mengapa tidak ? Karena jawabanku yang santai dan tak marah sama sekali. Oh Tuhan, Begitu sangat aku sayang padanya hingga seperti inikah ? Kesalahan terbesarnya yang membuat aku menjadi lemas seketika tapi aku tetap berusaha sabar untuknya. Apakah salah bila aku seperti ini ? Hatiku saat itu rasanya sedang rasa nano-nano. Tak jelas, yang ada rasa pahit tergurat sedikit di hati saat ia berkata jujur seperti itu. Aku menunggu balasannya kembali. Lalu handphone ku bergetar kembali. Ternyata cepat membalas, tadi lama hingga aku menunggu setengah jam -.- mungkin ia berpikir terlebih dahulu.
From : my namja chingu
oh, lantas ?
Saat aku membaca balasan darinya, seketika kesal dan amarahku muncul saat itu. Aku berpikir, dia itu mempunyai hati atau tidak ? mempunyai otak atau tidak ? begitu polosnya dia bertanya seperti itu padahal hatiku sedang di buat tak karuan yang jelas tergambar sakit oleh jawaban-jawabannya. Aku pun membalas pesannya tersebut hingga tak terasa air mataku menetes. Padahal aku sedang tak ingin menangis saat itu.
To : my namja chingu
lantas apa ?
#delivered
From : my namja chingu
lantas apa salahnya ?
Aku diam seketika, menahan amarahku yang sudah meluap-luap. Rupanya Sung Jin belum menyadari kesalahannya. Dia dengan mudahnya bertanya seperti itu tanpa berpikir sama sekali.
To : my namja chingu
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !
Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
TBC
wahahahahahhaahha mian yaaa jadi TBC soalnya mau di bikin penasaran aaaahh :p
mohon ya kritik dan sarannya soalnya author belum bisa bikin kata2nya yang bagus nih, suka musiman datengnya hehehe :p
makasih udah baca yaaa ^^
Setelah merasakan beberapa hari di kelas baru, rasanya senang mempunyai banyak teman baru. Tapi sesekali ada rasa rindu terhadap temanku yang dulu. Oh Tuhan aku rindu merekaaaaa T.T Bila aku bertemu mereka, pasti akan ku peluk satu persatu hehe :D Saat pelajaran berganti, tepatnya pelajaran Akuntansi, seongsaenim belum datang. Anak-anak ribut seperti biasa. Lalu teman lamaku yang bernama Cho Jin menghampiriku.
"Han Eun, aku ingin bicara denganmu" katanya.
"bicara apa ? kenapa formal sekali ?" tanyaku dengan penasaran sambil bercanda kepadanya.
"Bagaimana dengan Sung Jin ? Ku lihat, kalian belum pernah bicara satu sama lain. Apakah baik-baik saja ?" tanyanya yang membuat hatiku ciut karena sedang tak ingin memikirkan hal itu. Tapi apa daya, akhirnya aku membuka mulutku. Aku ceritakan semuanya dari awal hingga saat itu sambil menahan tangis.
"Han Eun, sebenarnya ada sesuatu dengannya" katanya membuatku penasaran.
"Apa ? Dia kenapa ?" tanyaku tak sabaran.
"Mengenai yeoja itu, dulu sejak saat sebelum dengan kamu dia suka pada yeoja itu dan ingin menjadi kekasihnya" kata Cho Jin sambil menunduk tak berani melihat wajahku saat itu. Di sana, saat itu pun juga aku lemas seketika. Lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi ku kumpulkan seluruh tenaga untuk bertanya lagi padanya.
"Lalu yeoja itu menerimanya ?" tanyaku dengan gugup dan lemas.
"Tidak, dia tidak menerimanya" jawabnya dengan singkat.
"Kenapa ? " tanyaku lagi.
"Entahlah, tapi yang aku tahu dia dulu sangat dekat dengan yeoja itu. Walaupun hanya sekedar teman dan Sung Jin masih berharap padanya" jawabnya dengan agak ragu.
"Kenapa kamu baru memberitahuku saat ini ? Kenapa tak sejak dari dulu Cho Jin-ah ?" tanyaku dengan tegas sembari menahan tangisku.
"Mianhae, aku tak tega untuk memberitahumu" jawabnya. Aku masih kosong terhadap pandanganku saat itu. Masih terlalu syok untuk mengetahuinya.
"Han Eun, jangan diam saja. Mianhae, jeongmal mianhae" kata Cho Jin sambil memegang tanganku.
"Ne, aku baik-baik saja" jawabku yang masih dengan pandangan kosongku. Lemas seketika. Kaki ku lemas, hatiku sakit sesakit-sakitnya. Syok ! Itulah keadaanku sekarang. Ya Tuhan kuatkanlah aku ini T.T
Tiba-tiba seongsaengnim datang. Semua anak-anak langsung duduk di kursinya masing-masing. Saat pelajaran berlangsung pun aku tak bisa konsentrasi. Aku tetap berusaha menahan air mataku untuk tidak keluar. Di tambah kursiku di depan meja seongsaengnim. Tuhaaaan , semoga seongsaengnim tidak melihatku.
Author POV
Hatinya tak kuat lagi untuk menangis sesampai di rumah. Karena ia masih penasaran dengan pernyataan temannya tentang namja chingunya, akhirnya Han Eun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat kepada namja chingunya sendiri setelah sekian lama lose contact dengannya .
To : my namja chingu
cie yang suka sama seseorang
#delivered
Setelah pesan terkirim, akhirnya ia menunggu. Berharap di balas, apabila tidak pun tak jadi masalah karena ia sudah terbiasa dengan hal itu. Tiba-tiba handphone nya bergetar.
From : my namja chingu
suka sama siapa ?
lalu Han Eun membalasnya dengan sedikit berpikir-pikir dan hati-hati.
To : my namja chingu
siapa saja boleh, itu yang kamu suka siapa ?
#delivered
From : my namja chingu
siapa ?
To : my namja chingu
tanya hati haha
#delivered
From : my namja chingu
serius ! siapa ?
To : my namja chingu
Ah Ra
#delivered
Tak ada balasan lagi. Han Eun tetap menunggu. Setelah setengah jam lamanya, handphonenya kembali bergetar.
From : my namja chingu
Lalu ? Ah itu hanya masa lalu
To : my namja chingu
baik masa lalu ataupun sekerang, itu bukan sebuah alasan. bila masih ada rasa padanya, jujur saja padaku. Katakan saja.
#delivered
Kembali lagi, Han Eun menunggu kembali karena pesannya belum di balas. Sepuluh menit kemudian, handphonenya bergetar lagi.
From : my namja chingu
apa salah jika itu benar ?
Tubuh Han Eun mendadak lemas saat ia membaca pesan masuknya dari namja chingunya. Ia tak kuat untuk menangis, namun sekali lagi ia tahan dengan sekuat tenaga. Lalu ia mengumpulkan tenaganya untuk membalas pesannya. Ia membalasnya sambil di pikir-pikir terlebih dahulu.
To : my namja chingu
tidak, itu tidak salah. Kamu mempunyai rasa kepada seseorang pun itu hak mu. Aku tak pantas untuk melaranganya.
#delivered
Han Eun POV
Tubuhku mendadak lemas saat aku membaca pesan darinya. Rasanya mimpi buruk terjadi. Ingin aku menangis saat itu, tapi ku coba untuk menahannya. Aku tak mau besok mataku bengkak karena hal itu (__ __'). Saat aku baca pesan terkirimku untuknya yang terakhir itu, aku merasa menjadi orang paling polos sedunia. Mengapa tidak ? Karena jawabanku yang santai dan tak marah sama sekali. Oh Tuhan, Begitu sangat aku sayang padanya hingga seperti inikah ? Kesalahan terbesarnya yang membuat aku menjadi lemas seketika tapi aku tetap berusaha sabar untuknya. Apakah salah bila aku seperti ini ? Hatiku saat itu rasanya sedang rasa nano-nano. Tak jelas, yang ada rasa pahit tergurat sedikit di hati saat ia berkata jujur seperti itu. Aku menunggu balasannya kembali. Lalu handphone ku bergetar kembali. Ternyata cepat membalas, tadi lama hingga aku menunggu setengah jam -.- mungkin ia berpikir terlebih dahulu.
From : my namja chingu
oh, lantas ?
Saat aku membaca balasan darinya, seketika kesal dan amarahku muncul saat itu. Aku berpikir, dia itu mempunyai hati atau tidak ? mempunyai otak atau tidak ? begitu polosnya dia bertanya seperti itu padahal hatiku sedang di buat tak karuan yang jelas tergambar sakit oleh jawaban-jawabannya. Aku pun membalas pesannya tersebut hingga tak terasa air mataku menetes. Padahal aku sedang tak ingin menangis saat itu.
To : my namja chingu
lantas apa ?
#delivered
From : my namja chingu
lantas apa salahnya ?
Aku diam seketika, menahan amarahku yang sudah meluap-luap. Rupanya Sung Jin belum menyadari kesalahannya. Dia dengan mudahnya bertanya seperti itu tanpa berpikir sama sekali.
To : my namja chingu
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !
Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
TBC
wahahahahahhaahha mian yaaa jadi TBC soalnya mau di bikin penasaran aaaahh :p
mohon ya kritik dan sarannya soalnya author belum bisa bikin kata2nya yang bagus nih, suka musiman datengnya hehehe :p
makasih udah baca yaaa ^^
Rabu, 14 September 2011
T.O.L (tears of love)
aku menatap layar laptop kesayanganku dalam-dalam. Hm .... besok adalah hari pertama aku masuk sekolah, aku pikir akan menyenangkan mendapat teman baru di kelasku yang baru. Mungkin , tapi semoga sajalah. Itu harapanku untuk besok, cepat akrab dengan teman baruku di kelas baru pula. Tapi ada sebagian dari mereka yang aku kenal, bahkan sangat kenal. Teman-temanku saat aku menginjak SMP pun ada di sana. Di tambah..... Oh aku baru ingat -_____- seseorang yang sedang tak mau aku temui, siapakan dia ? Dia bernama Lee Sung Jin. Seorang namja yang paling pintar di kelasnya (katanya), dan terlebih lagi dia adalah namja chinguku. Oh tidak, akan seperti apakah hari esok itu ? -_- aku tak dapat memikirkannya u,u Pasti besok sangat ricuh dengan omongan-omongan teman-temannya saat kita sekelas nanti. ahhhh tidak aku malu -_-
Ya, aku mempunyai namja chingu sejak 4 bulan yang lalu. Awalnya aku di kenalkan oleh temanku yang sekelas dengannya. Lalu kami sangat dekat. Dalam jangka waktu seminggu dari saat kita pertama kali kenal, dia sudah ingin menjadi pacarku. Aku bingung harus menjawab apa karena aku belum pernah seperti ini atau lebih tepatnya pacaran apalagi bersama orang yang baru di kenal. Tapi temanku yang adalah temannya juga terus menerus meyakinkanku bahwa namja itu baik, pintar pula. Walaupun tak setampan namja pujaanku, tapi dia cukup baik dalam ukuran seorang namja yang biasanya nakal. Dan akhirnya aku terima dia sebagai namja chinguku.
Awal-awal memang aneh rasanya karena aku belum pernah mempunyai namja chingu sebelumnya walaupun banyak namja yang ingin denganku sampai-sampai mengirim bunga mawar ke kelas (__ __') tapi aku tetap tidak mau mereka semua, dan baru kali ini aku menerima seorang namja yang baru aku kenal. Tapi tak apalah belajar menjadi seorang remaja yang pada umumnya.
Lama-lama aku mulai nyaman dengan Sung Jin, dia namja yang baik. Walaupun dia agak terlihat culun, tapi tak apa bagiku aku menerimanya dengan apa adanya. Dan semakin lama pula aku semakin ada rasa padanya. Sepertinya sayang.
Semakin lama, rasa ini semakin menjadi. Tapi yang disayangkan adalah, dia semakin kurang perhatian padaku. Jadi jarang menghubungiku, jarang pulang bersama denganku. Tapi aku percaya dia mungkin sedang sibuk sama sepertiku. Mengerjakan tugas yang tak pernah ada habisnya dan selalu bertambah. Aish mungkin inilah penderitaan seorang pelajar (T.T)
Namun, semakin lama dia semakin tak menghubungiku lagi. Aku coba untuk menghubunginya namun selalu saja tak di jawab. Omona... apa yang salah denganku ?
Sedih rasanya baru menyayangi seseorang tapi dia malah menjauh dari kita, ya itu lah aku. Dan memang sedih.
Lama-lama dia jadi seenaknya untuk menghubungiku, hanya mengirim pesan 3 kali dalam seminggu. Itu pun bila ada maunya. Dia jadi jarang bertanya tentang keadaanku, tentang kondisiku, atau bercanda denganku. Aku kehilangan handphone kesayanganku pun dia tidak tahu. Aku semakin sedih. Tapi ku usahakan untuk diam dan bersabar. Mungkin dia tak sedang ingin di ganggu.
Namun yang aku bingung, entah mengapa pada saat bertatap muka via me2day, pada saat dia online dia tak pernah menyapaku padahal aku sedang online. Sakit rasanya tak di anggap sama sekali. Tapi sekali lagi, ku pikir mungkin dia sedang tak ada waktu.
Dan hingga hari ini, tak ada kabar darinya. Setiap kali aku menghubunginya selalu saja tak di jawab ataupun di balas. Padahal besok adalah hari ulang tahunnya. Sudah ku siapkan kado yang berisi kaos biasa untuknya. Hadiah yang sangat sederhana sekali. Ya karena aku sedang krisis uang saat itu. Tapi aku tetap menyempatkan diri untuk mengumpulkan uang demi membeli sebuah kado kecil untuknya. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, aku sudah memberikan ucapan kepadanya. Tinggal memberikan kadonya besok saat di kelas baruku. Tapi.... aku akan memberikannya via temanku saja. Karena aku sangat malu....
Author POV
Han Eun memasuki ruang kelas yang berpolet putih biru, dengan teralis terpasang di jendela dan pintu kelas tersebut. Ia masuk dengan ragu dan pelan-pelan, melongok kesana kesini. Ternyata hanya baru ada beberapa orang, lalu ia masuk dan memilih tempat duduk yang nyaman untuknya. Di belakang sepertinya tempat yang cocok untuknya karena mungkin dia masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Dia menyimpan tasnya lalu pergi ke luar kelas. Dia berdiri di koridor tepat di depan pintu kelas barunya. Dia sedang menunggu seseorang disana karena di dalam kelas tak ada yang ia kenal.
Satu persatu teman yang ia kenal pun mulai datang. Dia sedikit sulit untuk menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru. Jadi tak salah mungkin bila dia sedikit canggung terhadap orang-orang yang baru ia kenal. Lalu, datanglah namja yang tidak di harapkannya untuk muncul di depannya. Saat kedatangan namja tersebut, Han Eul hanya tertunduk tak ingin melihat wajahnya. Walaupun agak sedikit berharap namja yang ingin tak ia lihat tersebut menyapanya.
Tapi ternyata, namja tersebut malah tidak menyapanya sama sekali. Sakit mungkin yang Han Eul rasakan saat itu. Namja tersebut malah lebih baik sibuk bersama teman-temannya daripada dengan yeochingu nya sendiri.
Han Eul POV
Sakit ! Itu yang aku rasakan saat ini. Aku berharap penuh dia akan menyapaku dengan senyumnya yang hangat dan manis itu tapi ternyata dia melewatiku begitu saja lalu sibuk dengan teman-temannya. Apakah dia tidak merindukanku sama sekali setelah selama 2 minggu tak bertemu ? Bukan hanya itu, selama liburan kami jarang sekali berkomunikasi , walaupun hanya sekedar pesan singkat pun tidak ada sama sekali. Selama 2 minggu itu aku terus bersabar berharap mungkin saat aku bertemu dengannya dia kan menanyakan keadaanku. Tapi nyatanya....
Sakit ! Baiklah ini sakit ! Tapi aku harus memakluminya. Mungkin ini baru permulaan. Wajar sajalah dia masih canggung atau tidak menganggap aku sama sekali. Lagi, aku pun bersabar atas sikapnya....
TBC
ini ff ? atau cerpen iya ? --'
di bilang ff castnya ngarang abis, di bilang cerpen tapi ada unsur ffnya -.-'
hm apa iya ? --'
post aja dulu deh :D
tapi temen2 bisa baca nilai sendiri kaaaaaaan ? :D
sebelumnya maaf iya teman2 bila banyak kekurangaaaaan pada cerita di atas , tapi ini kisah nyata yang aku alamin sendiri :D
tapi kalo bahasanya kurang pas maaf banget karena aku juga masih belajar ko :)
terimakasih udah baca yaaa teman2 :D
Ya, aku mempunyai namja chingu sejak 4 bulan yang lalu. Awalnya aku di kenalkan oleh temanku yang sekelas dengannya. Lalu kami sangat dekat. Dalam jangka waktu seminggu dari saat kita pertama kali kenal, dia sudah ingin menjadi pacarku. Aku bingung harus menjawab apa karena aku belum pernah seperti ini atau lebih tepatnya pacaran apalagi bersama orang yang baru di kenal. Tapi temanku yang adalah temannya juga terus menerus meyakinkanku bahwa namja itu baik, pintar pula. Walaupun tak setampan namja pujaanku, tapi dia cukup baik dalam ukuran seorang namja yang biasanya nakal. Dan akhirnya aku terima dia sebagai namja chinguku.
Awal-awal memang aneh rasanya karena aku belum pernah mempunyai namja chingu sebelumnya walaupun banyak namja yang ingin denganku sampai-sampai mengirim bunga mawar ke kelas (__ __') tapi aku tetap tidak mau mereka semua, dan baru kali ini aku menerima seorang namja yang baru aku kenal. Tapi tak apalah belajar menjadi seorang remaja yang pada umumnya.
Lama-lama aku mulai nyaman dengan Sung Jin, dia namja yang baik. Walaupun dia agak terlihat culun, tapi tak apa bagiku aku menerimanya dengan apa adanya. Dan semakin lama pula aku semakin ada rasa padanya. Sepertinya sayang.
Semakin lama, rasa ini semakin menjadi. Tapi yang disayangkan adalah, dia semakin kurang perhatian padaku. Jadi jarang menghubungiku, jarang pulang bersama denganku. Tapi aku percaya dia mungkin sedang sibuk sama sepertiku. Mengerjakan tugas yang tak pernah ada habisnya dan selalu bertambah. Aish mungkin inilah penderitaan seorang pelajar (T.T)
Namun, semakin lama dia semakin tak menghubungiku lagi. Aku coba untuk menghubunginya namun selalu saja tak di jawab. Omona... apa yang salah denganku ?
Sedih rasanya baru menyayangi seseorang tapi dia malah menjauh dari kita, ya itu lah aku. Dan memang sedih.
Lama-lama dia jadi seenaknya untuk menghubungiku, hanya mengirim pesan 3 kali dalam seminggu. Itu pun bila ada maunya. Dia jadi jarang bertanya tentang keadaanku, tentang kondisiku, atau bercanda denganku. Aku kehilangan handphone kesayanganku pun dia tidak tahu. Aku semakin sedih. Tapi ku usahakan untuk diam dan bersabar. Mungkin dia tak sedang ingin di ganggu.
Namun yang aku bingung, entah mengapa pada saat bertatap muka via me2day, pada saat dia online dia tak pernah menyapaku padahal aku sedang online. Sakit rasanya tak di anggap sama sekali. Tapi sekali lagi, ku pikir mungkin dia sedang tak ada waktu.
Dan hingga hari ini, tak ada kabar darinya. Setiap kali aku menghubunginya selalu saja tak di jawab ataupun di balas. Padahal besok adalah hari ulang tahunnya. Sudah ku siapkan kado yang berisi kaos biasa untuknya. Hadiah yang sangat sederhana sekali. Ya karena aku sedang krisis uang saat itu. Tapi aku tetap menyempatkan diri untuk mengumpulkan uang demi membeli sebuah kado kecil untuknya. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, aku sudah memberikan ucapan kepadanya. Tinggal memberikan kadonya besok saat di kelas baruku. Tapi.... aku akan memberikannya via temanku saja. Karena aku sangat malu....
Author POV
Han Eun memasuki ruang kelas yang berpolet putih biru, dengan teralis terpasang di jendela dan pintu kelas tersebut. Ia masuk dengan ragu dan pelan-pelan, melongok kesana kesini. Ternyata hanya baru ada beberapa orang, lalu ia masuk dan memilih tempat duduk yang nyaman untuknya. Di belakang sepertinya tempat yang cocok untuknya karena mungkin dia masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Dia menyimpan tasnya lalu pergi ke luar kelas. Dia berdiri di koridor tepat di depan pintu kelas barunya. Dia sedang menunggu seseorang disana karena di dalam kelas tak ada yang ia kenal.
Satu persatu teman yang ia kenal pun mulai datang. Dia sedikit sulit untuk menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru. Jadi tak salah mungkin bila dia sedikit canggung terhadap orang-orang yang baru ia kenal. Lalu, datanglah namja yang tidak di harapkannya untuk muncul di depannya. Saat kedatangan namja tersebut, Han Eul hanya tertunduk tak ingin melihat wajahnya. Walaupun agak sedikit berharap namja yang ingin tak ia lihat tersebut menyapanya.
Tapi ternyata, namja tersebut malah tidak menyapanya sama sekali. Sakit mungkin yang Han Eul rasakan saat itu. Namja tersebut malah lebih baik sibuk bersama teman-temannya daripada dengan yeochingu nya sendiri.
Han Eul POV
Sakit ! Itu yang aku rasakan saat ini. Aku berharap penuh dia akan menyapaku dengan senyumnya yang hangat dan manis itu tapi ternyata dia melewatiku begitu saja lalu sibuk dengan teman-temannya. Apakah dia tidak merindukanku sama sekali setelah selama 2 minggu tak bertemu ? Bukan hanya itu, selama liburan kami jarang sekali berkomunikasi , walaupun hanya sekedar pesan singkat pun tidak ada sama sekali. Selama 2 minggu itu aku terus bersabar berharap mungkin saat aku bertemu dengannya dia kan menanyakan keadaanku. Tapi nyatanya....
Sakit ! Baiklah ini sakit ! Tapi aku harus memakluminya. Mungkin ini baru permulaan. Wajar sajalah dia masih canggung atau tidak menganggap aku sama sekali. Lagi, aku pun bersabar atas sikapnya....
TBC
ini ff ? atau cerpen iya ? --'
di bilang ff castnya ngarang abis, di bilang cerpen tapi ada unsur ffnya -.-'
hm apa iya ? --'
post aja dulu deh :D
tapi temen2 bisa baca nilai sendiri kaaaaaaan ? :D
sebelumnya maaf iya teman2 bila banyak kekurangaaaaan pada cerita di atas , tapi ini kisah nyata yang aku alamin sendiri :D
tapi kalo bahasanya kurang pas maaf banget karena aku juga masih belajar ko :)
terimakasih udah baca yaaa teman2 :D
Selasa, 30 Agustus 2011
for all :))
lebaran tahun ini aku mau minta maaf :
- untuk orang yang menyayangiku :
terimakasih menjadikan aku orang yang tidak pernah berhenti untuk belajar
- untuk orang yang menyakitiku :
terimakasih telah mengajariku arti sabar dan ikhlas, semoga kamu tak pernah merasakan sakit itu
- untuk sahabatku :
mungkin kita banyak perbedaan, namun tak dapat dipungkiri aku sangat membutuhkanmu :))
- untuk orang yang menyayangiku :
terimakasih menjadikan aku orang yang tidak pernah berhenti untuk belajar
- untuk orang yang menyakitiku :
terimakasih telah mengajariku arti sabar dan ikhlas, semoga kamu tak pernah merasakan sakit itu
- untuk sahabatku :
mungkin kita banyak perbedaan, namun tak dapat dipungkiri aku sangat membutuhkanmu :))
selamat lebaraaaan :D
minal aidzin walfaidzin iyaaaa ceman ceman semuaaaa :D
mohon maaf lahir dan batin :D
maaf kalo selama ini aku banyak salah, suka ngerepotin, suka nyebelin :'
saya memang manusia yang banyak dosa dan tidak sempurna :'
maka dari itu dari saya meminta maaf kepada kalian semuaaa :D
selamat lebaran iyaaa :D
mohon maaf lahir dan batin :D
maaf kalo selama ini aku banyak salah, suka ngerepotin, suka nyebelin :'
saya memang manusia yang banyak dosa dan tidak sempurna :'
maka dari itu dari saya meminta maaf kepada kalian semuaaa :D
selamat lebaran iyaaa :D
Sabtu, 27 Agustus 2011
Jumat, 26 Agustus 2011
@myblacksmile :* :* :* ❤❤❤
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile @myblacksmile
@myblacksmile :* :* :* :* ❤ ❤ ❤ ❤ ❤
opening ;D
assalamulaikum , hay hay hello annyeong haseyo ^^
pembukaan dulu iyaaaaaaa :D (y)
bismilaah...
aku aktifin lagi ini blog hihihi :D *apasih
dulu pernah aku posting posting di ini blog terus ga keurus, naaah sekarang mulai di benahi lagi deeeh :D
ini post pertama aku , yang dulu dulu aku hapus deh itu kan jaman dulu wihihii :D
eh sekalian promote nih :D
ini jejaring yang aku punya :
twitter : @uniscunis
facebook : Annisa Ghaida N
heello : @uniscunis
y!m : uniscunis
tumblr : http://uniscunis.tumblr.com/
add follow sama list iyaa ceman ceman semuaaaaaaa :D
terimakasih sebelumnya :D
ini pembukaan dari saya , sekian dan terimakasih :D
Langganan:
Komentar (Atom)










