Han Eun POV
Entah dengan maksud apa dia seperti itu, memilih yeoja yang jelas-jelas mirip denganku. Tapi tak baik jika terus memikirkan sesuatu yang tak seharusnya dipikirkan. Cepat-cepat aku enyahkan pikiran itu. Setidaknya aku lebih tenang sekarang , dia tidak bersama Ah Ra lagi.
*satu bulan kemudian.....
Drrttt drrtttt , sepertinya handphone ku bergetar. Siapa yang mengirim pesan malam-malam seperti ini ? Saat ku buka handphone ku, ada satu pesan singkat di terima. Nomor baru masuk.
From : xxxxxxxxxxxxxx
Han Eun sunbae ?
Siapa ini ? Sunbae ? Aku dibuat terdiam beberapa saat setelah menerima pesan tersebut. Lalu aku lirik jam wekerku. Jam 2 pagi. Ternyata ada saja yang mengganggu orang di tengah malam seperti ini. Tapi dia mengenaliku. Lalu ku balas
To : xxxxxxxxxxxxxx
Nugu ?
#delivered
Tak lama kemudian
From : xxxxxxxxxxxxxx
annyeong, Min Young imnida ^^
apa sunbae benar exyeoja Sung Jin ?
Aku terbatu saat membaca pesan masuk kembali. Min Young ? Ah andwe andwe andwe, untuk apa dia menghubungiku ? Lalu untuk apa bertanya tentang Sung Jin kembali ? Tolong aku sudah tak ingin mengingatnya.
To : xxxxxxxxxxxxxx
nee, ada apa ?
#delivered
From : xxxxxxxxxxxxxx
sunbae, jwesonghamnida sebelumnya eonni, malam-malam seperti ini aku mengganggumu yang sedang istirahat. aku hanya ingin menanyakan sesuatu. sebaiknya aku telefon kamu eonni.
Tak berapa lama, handphoneku berdering.
"Yeobseo ?"
"Eonni, apakah aku tidak mengganggu ?" suaranya agak lirih
"aniyo, yak! sekarang kau ingin menanyakan apa ?" aku menjawab dengan semangat.
"Apa eonni kenal dengan Ah Ra sunbae ?" tanyanya dekit terbata-bata mengucapkan namanya. *jleb bahasa twitter mah (iklan)* aku langsung terdiam. Kenapa dia bertanya tentang yeoja itu ? aku sudah tak ingin mendengarnya.
"Eonni, apakah kamu sudah tidur ?" tanyanya engan suara lirih, sepertinya dia sudah menangis. Aku langsung terbangun dari diamku.
"de ? aniyo, aku belum tidur. Ne aku mengenalnya" jawabku dengan suara agak menurun.
" Jwesonghamnida eonni jika aku menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan masa lalumu, bagaimana hubungan mereka saat Sung Jin sunbae bersama eonni ?" *jleblagibahasanya(iklan)* aku tak suka ini, aku harus mengingat masa laluku yang super suram.
" Begitulah, mereka sudah dekat sebelum denganku. Memangnya ada apa ?"
" Eonni, Sung Jin bilang padaku dia masih menyukai Ah Ra sunbae yang akhir-akhir ini dekat dengannya. Entah apa yang harus aku lakukan eonni, aku benar-benar merasa sakit. Ia jarang menghubungiku eonni" jawabnya yang membuatku diam seribu kata seribu bahasa. Apa yang Min Young rasakan, sama seperti apa yang dirasakanku waktu dulu. Sakitnya bukan main. Aku mengerti keadaan Min Young sekarang. Ia mungkin sampai-sampai tidak bisa tidur karena ini.
Siang hari di kantin kesekolah.....
"Ya ! Han Eun, kenapa kau hanya mengutak-atik makananmu. Tak seperti biasanya kamu yang selalu banyak makan berubah jadi tak nafsu makan" tanya Cho Jin.
"Gwechana, hanya saja aku sedikit tak nafsu makan saat ini" jawabku seadanya
"Ah tidaaak ! pasti kau sedang memikirkan sesuatu, benar kan ?"
"Ne, ada sesuatu yang membuat aku seperti ini"
"Apa itu ?" tanya Cho Jin, lalu aku menceritakan semuanya yang terjadi pada Min Young semalam tadi.
"Mworago ?! Kasihan Min Young. Dia merasakan apa yang kamu rasakan waktu dulu"
"Ne, aku jadi tak tega padanya. Aku seperti kembali ke masa lalu"
"Jangaaan, kau jangan seperti itu. Masa lalu tetaplah masa lalu. Lupakan ! sekarang kau dan masa depan yang cerah tanpa dia, araseo ?"
"Ne, gomawo. Tapi aku bingung harus memberi nasihat apa kepada Min Young. Aku hanya bisa menahan diriku agar tak emosi. Tapi Min Young mungkin berbeda denganku"
"Mungkin ia bisa menyelesaikannya sendiri"
Drrrtt drrtttt, satu pesan masuk.
From : xxxxxxxxxxxxxx
Han Eun sunbae, aku sudah mengakhirinya
Saat aku membaca pesan tersebut, aku langsung di buat diam. Yang aku rasakan saat ini hanya miris. Lalu cepat-cepat aku membalasnya.
To : xxxxxxxxxxxxxx
Mworago ? Apakah benar itu ?
#delivered
From : xxxxxxxxxxxxxx
Ne eonni, aku lama-lama kesal jika terus seperti ini. Daripada aku harus terus sakit hati, lebih baik aku buang saja eonni. Lagi pula banyak yang ingin bersamaku.
ternyata dia lebih beruntung daripada aku. Min Young lebih beruntung. Dia dengan mudah melupakan Sung Jin hanya dalam sehari saja, sementara aku ? Aku perlu berbulan-bulan untuk melupakannya. Begitu sulitnya jika menjadi diriku.
"Sepertinya, aku tak usah menasihati Min Young" kataku kepada Cho Jin
"Waeyo ?"
"Hubungan mereka sudah berakhir"
"Mwo ? Jadi setelah itu, Sung Jin akan kembali kepada Ah Ra ?"
"Molla" jawabku singkat.
Sudah beberapa hari ini aku tidak membuka me2day. Rasanya seperti ada yang terlupakan, ya kegiatan yang terlupakan. Aku terlalu fokus kepada ujian minggu depan. Tapi perasaanku tak enak. Entah mengapa batinku mendorongku untuk tidak membuka me2day hari ini juga. Tapi karena penasaran akhirnya aku membuka me2day ku.
Hm seperti biasa, ramai. Dan banyak pesan yang masuk ke me2day ku. Saat aku melihat beranda,aku mendadak lemas, syok, dan segalanya. Mengapa masih ada nama dia di berandakuuu ? Щ(ºДºщ) Padahal aku sudah tak ingin melihat nama itu. Rasanya ingin segera membakar beranda tersebut. Dan yang lebih mengagetkan lagi, statusnya di beranda itu yang membuat aku benar-benar syok, lemas, marah kesal, dan segala perasaan sedih marah bercampur menjadi satu. Aku tak menyangka ini akan benar-benar terjadi. Sung Jin benar-benar kembali kepada Ah Ra. Omona, jebbal!!! Aku benar-benar syok, aku sudah tak kuat lagi. Jebbal, aku rasanya ingin ..........menangis. Aku langsung menangis, menutup mukaku di depan komputer kesayanganku. Menangis sangat dalam. Rasanya aku butuh pelukan seseorang. Aku benar-benar butuh pelukan seseorang itu. Aku tak kuat untuk berdiri dan beranjak dari tempat itu. Waeyo ? Waeyo ? Waeyoooo????!!!!! Jebbal , ini sungguh membuat ku terluka. Akhirnya selama ini yang ia tutupi terbongkar juga. Selama bersamaku, dia berbohong padaku. Dan Yeoja itupun berkhianat padaku. Mereka berdua sungguh KEJAM. Aniyo, bukan hanya kejam, tapi segalanya ....... ah sudahlah aku tak bisa menggambarkan perasaan yang begitu sakit ini. Yang jelas benar-benar sakit.
Lalu ku ambil handphoneku dan mengirimkan kabar tersebut kepada beberapa temanku. Mereka membalas pesan itu dengan balasan yang benar-benar tak percaya. Dan setelah itu mereka menyuportku, agar aku tidak berlarut kembali dalam kesedihan ini.
Lama aku menangis, dan waktu tidurku terenggut oleh hal itu. Walaupun aku sudah agak terhibur oleh teman-temanku, tapi rasa perihnya masih membekas, bahkan perih yang dirasakan waktu dulu, kembali tergores di hati ini. Mengapa Tuhan ? Mengapa kau menciptakan manusia seperti mereka ? Apa salahku ini Tuhan ? Jebbal, aku tak sanggup. Lalu aku merenung, mengapa aku bisa seperti ini ? Memikirkan orang yang jelas-jelas sudah menyakitiku, dan aku pergi karenanya. Oh baiklah, mungkin rasa ini masih ada, tapi yang jelas aku ingin menguburnya dalam-dalam. Kubur lagi, ku kubur lagi.
Baiklah Han Eun, fokuskan kepada ujian minggu depan ! Hwaiting !
*satu minggu setelahnya.....
Sunggur memusingkan sekali ujian akhir semester ini. Dengan soal yang menyeramkan dan membuatku ingin muntah melihatnya, apalagi pelajaran eksak Щ(ºДºщ). Aku akui , aku tak pintar dalam hal eksak. Banyak perbaikan nilai yang harus aku ikuti. Omonaa, mengapa aku begitu bodoooohhh ??!!!! Tapi percuma jika menghina diriku sendiri aku akan semakin terpuruk.
Dan pembagian rapot pun tiba, hasilnya..................Omona omona omona, begitu turun drastis. Aku kecewa dengan diriku sendiri, mengapa aku bisa seperti ini. Setelah aku berfikir beberapa saat, ternyata semester ini banyak gangguan. Apalagi dalam urusan pikiran. Baiklah itu kesalahanku, semester berikutnya lebih baik lagi, HWAITING !!!
Saat aku sedang meratapi nilai rapotku yang begitulah hasilnya, Ah Ra dan temannya lewat di depanku.
"Ah Ra, selamat kamu berhasil mendapatkan juara pertama"
"Gomawoyo"
Aku yang mendengarnya langsung terdiam, dan menatap nilai rapotku kembali. Ya mungkin, karena dia pintar dan cantik, sementara aku hanya yeoja biasa yang pintar tidak cantik pun tidak. Sekarang aku bisa menilai. Dan ... sudahlah aku tak ingin lagi mengingatnya, biarlah mereka bahagia dengan jalan mereka....
Author POV
H-O-L-I-D-A-Y , tulisan itu yang Han Eun tulis di buku diary nya. Dia menatap nanar tulisannya. Lalu menempelkannya pada dinding kamarnya.
"holiday, bagaimana aku mengisinya ? Eottokae ?" ia berbicara sendiri. Seharian ia hanya menatap layar komputer kesayangannya. Tak ada kerjaan memang. Tapi inilah liburan yang ia rasakan. Sangat membosankan.
Drrt drrtt drrttt, satu pesan masuk ke handphonenya.
From : ************
CHUKAE !! kamu hebat membuat cerita yang sangat sangat mengesankan ! Membuatku muak untuk membacanya!
Siapa ini ? dia mengetahui ceritaku ? Jangan-jangan.........
TBC
*nb
annyeooonggg mian lamaaaaaa banget di publish lagi wehehehehe:p
hm ceritanya agak di persingkat nih, agak di ukir2 dikit nih weheheh, lebe yaa tapi bagaimana buat (?)
makasih udah visit ke blog aku yg sederhana, maaf jika ada atau banyak sekali kekurangan. ^^
saya bikin cerita ini bukan buat nyindir tapi buat ngeluarin unek2 hati aja sama nyoba2 apakah bagus atau tidak, karena suatu karya di mulai dari pengalaman sendiri sebelum berkhayal terlalu jauh ^^ jika tidak suka silahkan kritik yaaaa ^^
Selasa, 27 Desember 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar