Sabtu, 19 November 2011

T.O.L (tears of love) part 3

To : my namja chingu
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !

#delivered

Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
Baca selengkapnya »




From : my namja chingu
Hahaha , ada-ada saja. Itu tak mungkin terjadi.

Hanya itu ? Hanya itu yang bisa ia katakan ? Hah lucunya, saat aku terluap emosi dan mengeluarkan semua penat kepadanya, ia hanya membalas singkat tanpa ada ekspresi pula.

To : my namja chingu
Kan JIKA, jika itu terjadi, kamu akan berbuat apa ?

#delivered

emosiku memuncak. Aku sudah tak kuat. Aku ingin menangis yang sejadi-jadinya. Tuhan, tolong berilah aku kesabaran.
Drrrttt drrtttt...

From : my namja chingu
aku juga pasti masih berpikir ada kamu

saat aku membaca pesan singkat darinya, emosiku sedikit tertahan.

To : my namja chingu
Jika tak ada aku, kau akan pergi dengannya ?

#delivered

From : my namja chingu
itu mustahil, ia sudah mempunyai namja chingu. Tak mungkin jika aku pegi dengannya. Sudahlah tak usah di bahas lagi !

Balasannya membuatku sedikit tenang dan aku bisa mengontrol emosiku kembali. Tapi berbeda dengan sakit ini, rasanya sakit seperti di sayat-sayat oleh silet tajam.

Author POV

Han Eun datang ke sekolah dengan mata sembab. Ia tak banyak bicara hari itu. Karena tingkahnya yang sedikit agak pendiam dari biasanya membuat Cho Jin penasaran. Ia pun akhirnya bertanya pada teman baiknya tersebut. "Ada apa Han Eun ? Kau sepertiny sedang sedih hari ini" tanya Cho Jin baik-baik. Han Eun tidak menjawab pertanyaannya, tapi ia langsung memberikan handphone nya kepada Cho Jin. "Bukalah beberapa pesan singkat dari Sung Jin yang semalam" perintah Han Eun. Tanpa banyak bertanya, Cho Jin membuka beberapa pesan singkat dari Sung Jin malam yang lalu. Cho Jin pun terkejut dengan apa yang ia baca. Pesan singkat dari Sung Jin yang memang membuar Cho Jin terkejut hebat. Bukan terkejut lagi, tapi mungkin ia kecewa dengan Sung Jin. Cho Jin mengerti, mengapa Han Eun begitu terdiam di hari ini. Hatinya sedang terluka. Malah luka itu bisa dirasakan oleh Cho Jin hingga hatinya. "Sabar saja. Maaf aku tak bisa membantu. Kau pasti kuat Han Eun" kata Cho Jin sambil menepuk pundaknya. Han Eun tak menggubrisnya. Ia hanya terdiam dengan tatapan kosong. Cho Jin pun mengerti dengan perasaan Han Eun yang begitu sakitnya. Akhirnya ia membiarkan Han Eun sendiri duduk diam di kursinya.
Dimulai di hari itu, Han Eun yang biasanya selalu menatap wajah Sung Jin, setelah dengan adanya pernyataan itu, ia menjadi tak ingin melihat ataupun mengenal wajahnya kembali. Ia anggap Sung Jin itu hanya angin. Ia anggap Sung Jin tak berada di dekatnya. Namun tetap saja tak bisa. Karena saat itu, Sung Jin masih sebagai Namja Chingu Han Eun. Han Eun sempat beberapa kali memikirkan untuk mengakhiri hubungannya, namun ia masih saja belum bisa. Karena mungkin Han Eun masih menyayangi namja chingunya yang sudah membuat hatinya terluka berat oleh pernyataanya.
Dan mulai hari itu juga, perkataan Han Eun menjadi frontal di me2day. Ia luapkan segalanya di me2day, tak peduli apa yang akan terjadi. Hingga akhirnya, Sung Jin kesal melihat kefrontalan Han Eun di me2day. Sung Jin pun ingin berbicara empat mata dengan Han Eun.
"Apa yang kamu lakukan di me2day itu sangat memalukan ! Hingga akhirnya Ah Ra tak nyaman di me2day atas perlakuanmu, dan ia mengirimkan pesan singkat padaku bahwa ia meminta maaf padamu" jelas Sung Jin agak kesal.
"Memang kenapa ? Kau keberatan melihatku seperti itu ? Wajar saja aku seperti itu! Melihat kalian bermesraan di me2day, hingga aku yang membaca sendiri, menonton kemesraan kalian. Bagaimana aku tidak frontal ? Bagaimana aku tidak kesal hah ? Yang tak wajar itu, jika kamu membelanya! itu sungguh tak wajar !" bela Han Eun
"Kau pantas marah, tapi kau tak pantas marah di dunia maya. Dan Ah Ra tidak mempunyai salah apa-apa. Jadi kau tak pantas untuk memakinya di depan umum apalagi publik" bela Sung Jin pada Ah Ra.
Mendengar pembelaan Sung Jin pada Ah Ra, itu membuat hati Han Eun menjadi tambah sakit. Ia tak menyangka, namja chingu yang selama ini ia sayangi, berbuat lebih kejam daripada seorang pembunuh sekali pun. Kali ini Sung Jin telah membuat hati Han Eun benar-benar sakit. Sakit sesakit-sakitnya.

Han Eun POV
Aku hanya bisa diam mendengar pembelaannya. Ya, memang salah besar atas perlakuanku di me2day dengan menyindir-nyindir Ah Ra, lalu memakinya. Tapi aku seperti itu karena aku lelah melihat mereka bermesraan di me2day, aku melihatnya sendiri. Bagaimana hatiku tidak sakit ? Saat orang yang aku sayangi, yang aku tunggu kabarnya dari sejak dulu tak pernah memberi kabar kembali, dan saat dilihat, ia sedang bermesraan dengan yeoja lain ? Hati yeoja mana yang tidak sakit ? Sung Jin benar-benar telah menancapkan samurai, memotong hatiku dengan kecil sekecil-kecilnya.
"Ku harap, kau berubah dan tak akan pernah mengulangi perbuatanmu yang memalukan itu" tegas Sung Jin lalu pergi meninggalkanku . Saat Sung Jin pergi, kaki ku begitu lemas. Kakiku begitu tak sanggup untuk menopang tubuhku yang kecil ini. Aku tak sanggup untuk menahan air mataku untuk keluar . Akhirnya aku menangis, menangis dengan keras.
Tiba-tiba teman-temanku dari kelas lama berdatangan, dan menghampiri ku yang sedang duduk menangis sendiri.
"Han Eun, kau kenapa ?"
"Kenapa dia ?"
"kau baik-baik saja Han Eun ?"
Aku hanya diam, aku tak bisa berbicara kepada mereka. Lidahnya tak sanggup untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sebagian dari mereka pun menghampiriku dan memelukku. Akhirnya mereka mengerti, aku tak bisa bilang apa-apa kepada mereka saat itu, setelah itu ataupun selamanya. Aku tak ingin bilang apapun tentang kejadian itu kepada mereka, karena aku tak ingin membuat keadaan tambah kacau.

TBC
huaaaa mian yaaah telat bangettt --'
abis writers sibuk nih sama sekolaaaah u,u
terus maaf yaaah kalo ceritanya kurang menarik atau apalah di segibahasa atau kata2nya :)
soalnya writers masih belajar niiih jadi mohon maaf yaaaaa ^^

0 komentar:

Posting Komentar