Minggu, 23 Februari 2014

Talking To The Moon

0 komentar
Cast : Han Hayoung, Isseul, Chanyeol

Mian yaaa kalo ceritanya ga rame heheh abisnya terinspirasi dari lagunya :D Mian kalo bahasa perancisnya masih acak2an dan masih salah, maklum admin masih dalam tahap belajar :D
Selamat membacaa :D


Penyesalan itu datang terlambat. Karena, terkadang kita baru menyadari bahwa dia adalah hal yang paling berharga setelah dia pergi.......

Disudut kamar pengap dan kumuh, duduk seorang lelaki dan radio kecilnya. Badannya kotor seperti ia dalam hidupnya tak pernah mandi, dengan baju yang robek kotor. Dia tampak seperti orang gila. Tapi ini adalah rumah sakit jiwa, tempat ia tinggal saat ini. Wajahnya datar dan hanya tertunduk ke lantai. Dia tak bergerak sama sekali. Radio kecil yang ia dengarkan pun lagunya tetap saja sama. Setiap hari, setiap jam, dan setiap menit ia hanya memutar lagu itu. "Talking to the moon, trying to get to you..." seperti itu lah lagunya. Jika lagunya sudah selesai, ia putar kembali terus menerus. Seperti ada sesuatu dibalik lagu itu yang membuatnya tenang. Tanpa lagu itu, dia tak akan diam. Pernah sesekali, perawat mengambil radio kecilnya itu dan mematikannya. Lelaki itu langsung marah dan tak ingin makan seharian itu. Perawat-perawat di rumah sakit jiwa itu sudah sangat mengenal lelaki itu. 'si Talking To The Moon', itulah julukannya. 
Terdengar suara sepatu boots yang semakin lama semakin mendekat. Ternyata seorang perempuan datang dengan memakai baju hangat dan menghampirinya. Rambut panjangnya di ikat kebelakang. Suara sepatu bootsnya terdengar berisik, namun lelaki itu tetap diam tak melihat perempuan itu.

Isseul POV

Aku tak tega melihatnya. Dia temanku. Dulu ia tak sekurus dan tak sekotor itu. Ruangan ini sesak dengan bau dirinya yang sudah tak mandi selama 3 minggu ini. Kali ini dia tak bergerak sama sekali. Apa yang dia pikirkan ? Apakah masih menyesal atas perbuatannya ? Ya, wajar saja dia menyesal karena dia telah menyia-nyiakan orang yang menyayanginya. Sampai pada akhirnya setelah orang yang menyayanginya pergi, ia menjadi seperti ini. Ya, dia masuk rumah sakit jiwa karena patah hati. 

Hayoung, jika saja kamu tahu seorang lelaki di depanku ini telah menjadi gila karena kepergianmu. Tapi aku yakin pasti kamu mengetahuinya. Tapi sayangnya kamu takkan pernah kembali untuk menyembuhkannya. 
Hayoung, sahabatku...
Aku teringat dulu bagaimana kau bercerita padaku tentang perasannya padamu, hingga membuatmu jatuh cinta pada lelaki di depanku ini. Sampai-sampai orang yang menyukaimu sebelum dia, marah besar dan mendatangi lelaki ini. Hingga lelaki di depanku ini enggan untuk kembali padamu hanya karena takut pada lelaki itu dan pergi bersama wanita lain. Menurutku, jika lelaki di depanku ini mencintaimu, seharusnya ia berjuang mati-matian untuk mendapatkan mu, bukan memberikannya kepada orang yang tak kau sayangi sama sekali. Tapi apa yang terjadi ? Ia pergi tepat di depanmu Hayoung. Ia pergi bersama wanita itu tepat  di depanmu dan di depanku. Betapa aku hancur melihatnya, apalagi dirimu Hayoung. Aku yakin hatimu lebih hancur daripada aku. Dan pada akhirnya, kau memilih dengan lelaki yang sama sekali kau tak mencintainya. Dan kau pergi bersamanya ke tempat terindah di dunia ini, yaitu Paris. Pergi bersama orang yang tak kau cintai ke tempat terindah itu agar kau lupa akan dirinya. Tapi nyatanya, kau selalu bertanya padaku bagaimana kabarnya di Seoul. Aku hanya memberitahu apa yang aku tahu. Hingga pada akhirnya lelaki yang di hadapanku ini sakit hati karena wanita yang bersamanya waktu itu pergi pada kekasihnya. Ia hanya dijadikan pelampiasan kebosanan oleh wanita itu. Hatinya mungkin sakit, tapi aku tahu hatimu lebih sakit saat kau tahu bahwa ia akan terus berjuang untuk wanita yang sama sekali tak peduli padanya saat itu. Kau bilang, hatimu sakit saat mengetahui itu. Ya, aku pun merasakannya. Kau bilang, ia dengan mudah melupakanmu dan melepaskanmu, sementara kau mati-matian sudah pergi jauh  dengan orang yang sama sekali tak kau cintai, tapi kau tetap teringat padanya, tetap bertanya keadaannya sementara lelaki yang ada di depanku saat ini tak pernah bertanya tentang kabarmu.

Sampai suatu saat, aku dengar kau jatuh sakit di Paris. Sesegera mungkin aku siapkan tiket untuk pergi kesana. Dan apa yang ku lihat, kau lemas tak berdaya di atas kasur dengan alat bantu pernafasan. Saat aku dekati, kau berbisik nama lelaki di hadapanku sekarang padaku. "Chan....yeol". Aku hanya diam. Hingga sampai detik itu kau tak lupa akan lelaki yang sudah menyakitimu itu. Semenara lelaki yang berada disisimu saat itu tak kau panggil namanya. Untunglah dia mengerti, bahwa hatimu telah terkunci oleh Chanyeol. Ia merelakan mu untuk bertemu dengan lelaki yang sudah menyia-nyiakan mu. Saat itu aku pun bergegas pulang ke Seoul untuk mengajak Chanyeol bertemu denganmu. 

Setelah sampai di Seoul, aku langsung bertemu dengan Chanyeol. Dan apa yang ku dengan dari jawabannya atas ajakanku itu sangat menyakitkan ku terutama dirimu Hayoung. Jika saja kamu tau, bahwa lelaki yang berada dihatimu itu sudah tak mempedulikanmu lagi. Ia hanya ingin bertemu dengan wanita yang bersamanya saat kau melihatnya. Aku sudah berusaha semampuku, dengan memaksanya agar ia bertemu denganmu tapi ia tetap bersikukuh dengan janjinya bersama wanita itu. Ia malah mementingkan acara yang ia selenggarakan untuk bertemu dengan wanita yang sama sekali bukan miliknya. Tapi ia malah berjuang akan hal itu. Sejak saat itu, aku pun mulai membenci lelaki yang sudah menyakiti sahabatku yang sedang kesakitan disana. 

Aku pun kembali ke Paris dengan rasa kesal dan benci. Aku menangis saat aku menceritakan hal itu padamu. Tapi kau hanya tersenyum sambil menghapus air mataku di saat kau sedang terbaring dengan alat bantu pernafasanmu. Aku tahu hatimu pasti lebih sakit daripada aku yang hanya sebagai perantara. Aku tahu hatimu lebih kecewa daripada aku yang hanya berusaha untuk mengajaknya. Sampai detik-detik kepergianmu, kau memberikan surat padaku agar aku memberikannya pada lelaki yang masih berada di hatimu itu. Kau tak memberikanku pesan apa-apa, hanya saja kau berbisik namanya padaku hingga sambil menutup mata. Dan aku menyadari, kau pergi untuk selamanya.

Sesampai aku di Seoul, aku langsung memberikan surat itu lelaki yang kau cintai. Tapi ia malah marah padaku sambil membuang surat tersebut. Ia kesal karena rencananya yang ia buat saat itu gagal. Wanita yang akan dia temui saat itu malah membatalkan acara tersebut. Ia kesal sekesal-kesalnya hingga ia melampiaskan kekesalan itu pada surat yang kau tulis untuknya. Hatiku sakit sakit-sakitnya. Ia sama sekali tak peduli apa yang kau tulis Hayoung. "PLAAAAKKKKKKK....." aku menampar pipinya saat aku lihat ia meremas surat yang kau berikan dan membuangnya tepat ke mukaku. " Kau tak pernah sadari, diluar sana ada wanita yang sangat mengharapkanmu. Sampai di sisa akhir hidupnya ia masih berbisik namamu padaku. Tapi kau tak pedulikan dia walaupun dia telah tiada" teriakku padanya dengan menumpahkan seluruh kekesalanku padanya setelah ini apa yang dia lakukan padamu Hayoung. 

Hingga pada suatu malam, ia datang kerumahku dengan lemah sambil memegang surat yang kau berikan untuknya. Ia menangis sejadi-jadinya di pundakku. Ia langsung memintaku untuk menemaninya ke Paris agar bisa mengunjungi tempat peristirahatanmu yang terakhir. 

Chanyeol POV

Aku datang dengan membawa seikat bunga untuk menghiasi nisanmu. Paris ternyata memang indah. Seindah-indahnya Paris, tetap saja kau tak pernah melupakanku Hanyong. Aku sangat menyesal. Sebegitu besarkah rasa cintamu hingga kau pergi ketempat terindah di dunia untuk melupakan ku ? Melupakan rasa kecewa dan sakit hatimu ? Jeongmal mianhae Hayoung. Aku terduduk di atas nisanmu. Aku menangis tersedu-sedu. Aku menyesal karena aku telah menyia-nyiakan orang yang menyayangiku dengan tulus. Hingga akhirnya aku pulang ke Seoul dengan
 berharap kau akan kembali pula dari tidur panjangmu. Setiap malam aku selalu menatap langit dan bulan dengan memohon agar kau mendengarkan maafku disana. Lagu Talking To The Moon, selalu di dengarkan setiap saat agar kau mengetahui bahwa aku ingin kau kembali. Dalam surat mu kau menulis 'Maintenant, tu ne j'aime pas encore. Tu ne j'attentif pas. Tu es partir avec elle. C'est malade'. 

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think I'm crazy
But they don't understand
You're all I had
You're all I had



At night when the stars light up my room
I sit by myself talking to the moon.
Trying to get to you
In hopes you're on the other side talking to me too.
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?



Kamis, 29 Maret 2012

T.O.L (tears of love) part 8

0 komentar
From : Ah Ra
Aku setengah hati bercerita tentang hal ini, aku takut menyakitimu :(( Sekarang aku jadi tidak terlalu membalas pesan singkatnya karena jenuh --' Aku sudah bilang aku tak ada rasa tapi tetap saja dia mengikutiku. Aku juga heran mengapa aku seperti ini --a Aku ingin bertanya padamu. Mian sebelumnya jika ini lancang, bagaimana perasaanmu pada Sung Jin sekarang ini ?


Saat menerima balasan itu, bisa dibilang campur aduk. Entah apa yang aku harus utarakan padanya. terlalu banyak rasa yang bercampur di hati ini, hingga tak bisa aku jelaskan. Lalu jari-jariku mengetik handphoneku kembali untuk membalas pesannya


To : Ah Ra

Perasaanku padanya ? Entahlah --' Benci tapi masih ada sesuatu, sayang tapi aku membencinya. Sulit di jelaskan. Tapi mungkin kamu mengerti :)

#delivered

From : Ah Ra

Ya aku mengerti Han Eun :) Karena perasaan wanita itu jika wanita itu menyayangi seseorang pasti dia sulit melupakannya :)) arasseo :) padahal sebenarnya aku ingin melihat kalian bersama lagi :|

Mworago ? dia ingin melihatku bersamanya lagi ? Ini bohong atau apa ? atau hanya bercanda. Sungguh aku dibuat kaget oleh isi pesan singkat itu.

To : Ah Ra

Ya! Kau ini, jelas-jelas dia sangat menyukaimu dari awal, sampai-sampai dia memberikan komik 2x. Dan komik itu sangat sangat berharga kan untukmu. Itu tandanya dia benar-benar menyukaimu --' Seperti nya mustahil jika aku dan dia bersama lagi, karena dia hanya mengejar kamu :)))

#delivered

From : Ah Ra

-_______- sudahlah jangan berkata seperti itu. Baiklah aku akan agak jaga jarak dengannya tapi tidak terlalu dadakan untuk sekarang-sekarang takutnya dia merasa tersinggung. Tapi aku akan jaga perasaan kamu di me2day :))

To : Ah Ra

Ne, arasseo ^^ mianhae sebelumnya aku membuat kalian menjadi seperti ini, kalian cukup jaga jarak saja untuk tidak membuat hatiku sakit, bukan untuk menjadi kalian menjauh, mianhae :((

#delivered

From : Ah Ra

Ne gwecana, justru aku yang seharusnya meminta maaf padamu , mianhae aku sudah membuatmu terluka :)

To : Ah Ra

Ne, aku sudah terbiasa :))

#delivered

From : Ah Ra

Sudah dulu ya, aku mau istirahat :)

To : Ah Ra

Ya sudahlah istirahat dulu, mianhae aku mengganggumu. Annyeoghi gaseyo ^^

#delivered

Dan itu adalah pesan singkat terakhir. Akhirnya hatiku lega sekali. Rasa-rasanya pikiranku jernih setelah aku luapkan semuanya padanya. Hanya tinggal menagih janjinya saja.

Lalu aku menambah akunnya kembali di akun me2day ku tanpa ragu-ragu. Dan benar saja, saat aku marah karena melihat mentionan mereka di me2day ku, dia pun ikut membara pula. Mungkin ini salahku juga, terlalu gampang emosi. Aku harus pintar-pintar mengendalikannya.

Esok harinya......
Aku kembali membuka me2day ku. Saat melihat time line, dan menambah akun Ah Ra ke akunku aku lagi, aku melihat Ah Ra membalas mention dari Sung Jin yang nampak perhatian padanya. Tapi Ah Ra hanya membalasnya dengan tertawa dan hanya meretweet saja *emang di me2day ada RT gitu ahahaha xD*. Rasanya hati ini tenang dan senang. Benar ternyata dia sudah mulai agak berjaga jarak.Puas sekali rasanya.

Beberapa hari kemudia aku melihat Ah Ra sudah mempunyai namja chingu lagi. Dan aku berpikir bahwa itu akan membuat hati Sung Jin sedikit sakit. Aku merasakannya. Walaupun hatiku lebih sakit saat Sung Jin selalu berharap kepada Ah Ra, tapi rasa ibaku muncul terhadapnya.

Sabtu, 07 Januari 2012

feneste che luciv (ost. 49 days) ♫ by oh hyun ran *itali version

0 komentar
Ora son triste (Now I am sad)

Non chiedermi il perchè (Do not ask why)

Ancora sono triste (Still I’m sad)

Dopo che mi sono avvicinata alla tua casa (After that I went over to your house)

Stanotte ho visto (Last night I saw)

La finestra della tua casa buia (The window of your dark house)

Le ombre vaghe di due persone (The window of your dark house)

Stanotte ho visto (Last night I saw)

Sarà felice lui che non so chi (Be glad he did not know who)

Sarà molto felice lui (He will be very happy)

Lui che è con te (He is with you)

Ho un’invidia enorme (I envy big)

Sto fuori della tua finestra buia (I’m outside your window dark)

Oggi, ero lì solo per calpestare la terra (Today, I was only there to trample the earth)

E sono tornato senza parole (And I came back without words)

Perchè era triste mio stare lì (Why I was sad to be there)

Sarà felice lui che non so chi (Be glad he did not know who)

Sarà molto felice lui (He will be very happy)

Lui che ha incontrato te (He has met you)

Lo invidio senza fine (I envy him endlessly)

Accanto alla tua finestra buia (Dark window next to your)

Oggi, ero lì a calpestare la terra (Today, I was there to trample the earth)

Son tornato senza parole (I came back without the words)

Perchè sembravano venirmi giu’ le lacrime (Why come to me seemed giu ‘tears)

Son tornato senza parole (I came back without the words)

Jumat, 06 Januari 2012

badai matahari akan terjadi pada tahun 2012 ?

0 komentar
Di prediksi antara tahun 2012 atau 2013 akan terjadi badai matahari. Itu membuat sebagian masyarakat khawatir, di tambah berbagai isu yang akan terjadi di tahun 2012 yaitu terjadinya kiamat yang membuat sebagian masyarakat tambah khawatir.
Ancaman 'tsunami matahari' yang sempat ramai diberitakan terhadap bumi nihil. Tidak ada tsunami atau badai matahari pada Selasa, 3 Agustus 2010.

Profesor Riset Astronomi Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, mengatakan, kalaupun terjadi tsunami matahari, tidak akan berdampak buruk terhadap bumi. Tsunami matahari hanya berdampak di sekitar titik ledakan.

Yang memungkinkan memberi dampak pada bumi adalah badai matahari. Itupun jika lontaran massa matahari beskala besardan mengarah ke bumi.

Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi.

Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan memengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik.

Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013.
Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.
Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik. (nasional-vivanews.com)
Ini semakin menguatkan dugaan tentang isu kiamat tahun 2012 akan terjadi. Namun kebenarannya pun belum terungkapkan. Kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berharap kepada Sang Maha Pencipta.

Selasa, 03 Januari 2012

T.O.L (tears of love) part 7

0 komentar
Author POV


H-O-L-I-D-A-Y , tulisan itu yang Han Eun tulis di buku diary nya. Dia menatap nanar tulisannya. Lalu menempelkannya pada dinding kamarnya. "holiday, bagaimana aku mengisinya ? Eottokae ?" ia berbicara sendiri. Seharian ia hanya menatap layar komputer kesayangannya. Tak ada kerjaan memang. Tapi inilah liburan yang ia rasakan. Sangat membosankan.


Drrt drrtt drrttt, satu pesan masuk ke handphonenya.


From : ************


CHUKAE !! kamu hebat membuat cerita yang sangat sangat mengesankan ! Membuatku muak untuk membacanya!


'Siapa ini ? dia mengetahui ceritaku ? Jangan-jangan....Andwe , andwe' ucap Han Eun dalam hatinya. Hatinya saat itu dibuat gelisah saat menerima pesan itu. Siapa yang mengirimkan pesan itu dia tidak mengetahuinya. Ia terdiam cukup lama. "Mungkinkah Sung Jin ?" tanyanya kepada diri sendiri sambil menatap nanar pada layar handphonenya. Han Eun tidak membalas pesan tersebut. untuk melupakannya sejenak. Lalu handphonenya kembali bergetar.Drrrttt drrrtt.....


From : Im Naya


hey hey hey, main yuuukk ? aku bosan sekali di rumah -_-' Ayolaaahh ..


Han Eun mengerutkan keningnya sejenak, lalu bibir tipisnya kemudian tersenyum kecil. Setelah itu ia membalas pesan tersebut.


To : Im Naya


KAJJA !! ^o^ aku juga bosan di rumah tiap hari hanya menatap laptop yang tak kunjung ku matikan, kekeke~ kapan ? kemana ? :O


#delivered


drrrt drrtt...


From : Im Naya


hm , kemana ya ? :| adakah usul ? bagaimana kalau besok ? :D


To : Im Naya


Tidaaak -_- otakku sedang tak bisa berfikir bila libur tiba u,u baiklah besok, jam berapa ?


#delivered


drrttt drrrttt


From : Im Naya
kekekekeekke ~ jam 10 di sekolah :)


*************


Esok harinya, Han Eun dari pagi sudah bersiap-siap untuk pergi hari ini. Ia sangat senang karena beberapa hari ini dia sangan bosan berdiam diri dirumah. Ia sudah berdandan dengan sederhana dan simple. Ia menunjukan bahwa inilah dia, hanya gadis biasa. Saat tiba disekolah, dia menunggu di depan koridor kelasnya. Sekolah saat liburan sangat sepi, tapi nyaman. Beberapa menit ia menunggu tapi Im Naya tak kunjung ada. Datangnya Jiyoung dengan memakai baju hijau toscanya yang indah. Jiyoung mengangkat tangannya dari jauh. "Hey ! Ikut main hari juga kamu ?" tanyanya dengan ceria dan sumeringah pada Han Eun. "Nee, aku bosan di rumah. Baju yang cantik Jiyoung" jawab Han Eun sambil memuji pakaian Jiyoung. "Gamsahamnidaaa, oh my God, tak di sangka setelah aku pulang kampung rasanya aku rindu sekolah, tapi aku tak rindu dengan tugas-tugas yang menggunung. Oh ya ngomong-ngomong hari ini kita main kemana ?" tanya Jiyoung masih dengan wajah cerianya. "Molla, aku hanya di ajak Im Naya, dan aku tidak bertanya lebih jauh. Memang siapa saja yang akan ikut main ?" tanya Han Eun. "Naya, kamu, aku, Sung Jin, JaeJin" jawab Jiyoung.
Saat mendengar nama Sung Jin, ia sedikit membeku. Pikirannya kembali ke Sung Jin. "Han Eun, gwechana ?" tanya Jiyoung yang terlihat khawatir. "Ne, na gwecana. emm bagaimana pulang kampungmu ? Menyenangkan ? Pasti ya ?" tanya Han Eun mengalihkan pembicaraan. "Wow, pulang kampung yang sangat..... amazing. Aku sudah lama tidak pulang ke Mokpo. Rasa-rasanya sangat rindu. Saat aku kesana semuanya sudah berubah. yah lumayan menjadi kota yang maju walaupun tak semaju Seoul. Tiap hari aku ke pantai bersama saudara-saudaraku, bermain api unggun disana, membakar ikan. Pokoknya pulang kampung yang very amazing." jelas Jiyoung. "wow, pasti menyenangkan sekali." kata Han Eun hanya tersenyum kecil. "How about your holiday ?" tanya Jiyoung. "Tak aneh, hanya rumah, layar komputer, makan dan tidur. Setiap hari hanya seperti itu dan itu" jawabnya dengan sedikit menunduk. "jangan sedih, kan sekarang kita main" kata Jiyoung dengan wajah cerianya menyemangati Han Eun. Han Eun hanya tersenyum kecil.
"Naya sudah menunggu di depan, Kajja kita ke gerbang" kata Jiyoung sambil menarik tangan Han Eun.Saat tiba di gerbang, Han Eun melihat Naya tidak sendiri. Ia bersama Jaejin dan Sung Jin. Mata Han Eun membulat ketika melihat Sung Jin, tapi ia sesegera mengalihkan pandangannya dan tidak melihatnya kembali. Jiyoung mengangkat tangannya dari jauh tanda menyapa mereka, dan Naya membalas sapaan itu. Lalu Jiyoung dan Han Eun menghampiri mereka. "Hey guys, sekarang kita kemana ? Beli ice cream ? Kimchi ? atau belanja-belanja ?" tanya Jiyoung dengan semangat. "Aku ingin ramyun. Sudah lama aku tak makan ramyun" pinta Naya. "Jalan-jalan tanpa tujuan seperti ini lebih baik pulang" ujar Sung Jin dengan agak sinis. "Jika tak ingin ikut dengan kami tak masalah, toh siapa juga yang menyuruhmu ikut ?" balas Naya dengan nada sinis bercanda. "Aku bosan dirumah" jelas Sung Jin. Han Eun hanya diam dan tak berkutik. Ia hanya bisa melihat kedua orang itu bercanda di depannya. Tapi Han Eun sudah tak mempedulikan hal tersebut. "Kajja, kita ke tempat ramyun. Kebetulan aku lapar dan aku tau dimana tempat ramyun yang enak" kali ini Han Eun bersuara. "Jeongmal ? Kajja kajja!" ajak Naya bersemangat. "Hanya ramyun saja ?" tanya Jaejin. "Molla, nanti saja kita obrolkan di sana" jawab Naya.


Han Eun POV
Saat di tempat ramyun pun, rasanya aku tak bersemangat saat tahu dia ikut juga. Sudah berulang kali Naya melakukan hal seperti ini. Mengajaknya bermain bersamaku saat bersamanya pula. Jelas-jelas aku sudah tak ingin melihat wajahnya yang bisa dibilang tidak lulus KKM sama sekali (--V). Tapi aku terpaksa, karena aku tak ingin mengecewakan ajakan temanku sendiri. Tak apalah, aku anggap saja dia tak ada itu sudah menjadi hal yang biasa. Dan dia juga terlihat nyaman jika kami tak saling berbicara satu sama lain, bertatap muka, apalagi bercanda. Dia nyaman seperti itu, dan aku juga harus menyamankan diri seperti itu. Aku pun makan ramyun yang sudah di pesan dengan suasana tak enak. Sung Jin terus mengobrol bersama Naya dan Jiyoung. Aku hanya diam dan menatap makanan yang malas untuk dimakan. Biasanya jika makanan yang aku santap itu ramyun, aku selalu bersemangat untuk memakannya, tapi ini tak ada semangat sama sekali. "Oh iyaa, aku punya cerita baru untuk kalian" kata Sung Jin. "Apa ?" tanya Jiyoung dan Naya bersamaan. "Ah sebaikanya aku tidak menceritakannya, takutnya ada yang menulis sembarangan tentang kehidupaku. Nanti dijadikan cerpen lagi. Cerpen yang jelas-jelas aku tak suka untuk membacanya" jelas Sung Jin. Perkataan itu jelas-jelas membuat hatiku merasa tertonjok. Maksudmu apa berbicara seperti itu Lee Sung Jin ???????!!!!!!!! Perkataanmu iu jelas-jelas menyindir seseorang dan pasti itu AKU , KIM HAN EUN. Hah , omona dia sembarangan jika berbicara. Rasanya ingin melempar sepatu ke mukanya. Ya, aku kesal ! Namja Baboya !!! Tak bisa , aku hanya bisa diam dan mengehela nafas, kemudian aku berfikir dengan baik-baik. Acuhkan saja omongannya tersebut Kim Han Eun. Dia memang tak pantas untuk berbicara seperti itu, jadi buktikan jika cerpenmu itu memang menarik dan bagus. Dia itu memang pintar dalam bidang Akademik, tapi hatinya tidak. Seenaknya saja dia mengolok-olok hasil karya orang lain. Tak apa Han Eun, buktikan jika kamu juga bisa untuk berkarya. F-I-G-H-T-I-N-G !!
Mereka tetap saja mengobrol walaupun ada obrolan tak enak yang menyudutkanku. Aku pura-pura sibuk dengan makananku yang tak kunjung habis. Setelah makanku habis, mereka masih asik saja mengobrol. Lalu aku pasang telingaku dengan earphone sambil mendengarkan instrumental kesayanganku, Only In Dream. Lagu yang pas dan menyisakan kenangan pahit dalam instrumental tersebut.
******
Tubuhku rasanya remuk sesaat. Lelah. Itu yang aku keluhkan untuk hari ini. Hanging out yang.......sudahlah mungkin tak usah di ungkit lagi. Lalu aku membuka laptop kesayanganku. Dan membuka me2day. Seperti biasa, ramai. Tapi menurutku flat dan tak ada seru-serunya. Mungkin aku sudah terlalu bosan. Aku ingat, beberapa hari lagi masuk sekolah. Sepertinya lebih baik aku mengerjakan beberapa buku paket. Sambil di temani oleh alunan musik, tanganku bergerak dengan sendirinya mengerjakan tugas. Tapi saat diputarkan beberapa lagu, pikiranku langsung melayang dan teringat kepada Sung Jin kembali. Omona, mengapa selalu saja dia yang aku ingat ? tak ada yang lainkah ? ANDWEE !! Ayolah Han Eun, bisakah kau melupakan laki-laki itu sejenak saja ? Bisakah kau muak untuk memikirkannya ? Han Eun, ingat nilai rapot mu semester kemarin, jatuh kan ? karena apa ? Karena selalu memikirkan dia Han Eun. Cobalah untuk bangkit! Dan kau pasti bisa ! KAJJA!Aku menyemangati diriku sendiri. Tak mudah bangkit dalam keterpurukan yang begitu lama. Tapi aku yang memilih itu. Pikiranku membangkai pada satu hal, yaitu dia. Tanpa maju atau tanpa melihat kedepan. Rasa-rasanya ini gila. Sudahlah Han Eun !Mungkin karena jenuh mengisi buku yang lumayan tebal, akhirnya aku beristirahat sejenak. Lalu tersirat dipikiranku untuk membuka me2day kembali. Dan aja yang aku lihat ? Neomu neomu apa! Sungguh menyakitkan. Benarkan, ternyata Sung Jin benar2 berniat untuk kembali pada Ah Ra. Username mereka selalu saja ada di timeline ku. Karena aku geram apalagi dengan Ah Ra yang sudah berjanji kepadaku waktu itu, sesegera mungkin aku meminta nomor handphonenya kepada temanku, lalu mengirimkan pesan singkat padanya. Saat aku akan mengirimkan pesan singkat, aku berfikir terlebih dahulu. Apakah aku harus datang kepadanya dengan marah atau damai ? Lebih baik damai. Itu keputusanku. Setidaknya jika damai lebih terlihat enjoy dan semua masalah akan terbuka.


To : Ah Ra


Ah Ra ?


#delivered


Aku berharap dia membalas pesan singkatku ini. Aku yakin dia adalah wanita yang mengerti keadaanku sekarang. Seharusnya aku tak begini, dia bukan siapa-siapa aku lagi tapi aku selalu panas jika Ah Ra dan Sung Jin saling bermention ria di me2day.


drrrt drrt


From : Ah Ra


Nuguseyo ?


To : Ah Ra

Han Eun imnida :)


#delivered


Beberapa menit setelah itu, aku menunggu balasannya. Lama tak membalas, mungkin dia terkejut karena tiba-tiba aku mengontak dia via pesan singkat. Drrrt drrrttt


From : Ah Ra

Ada apa Han Eun ? :))


To : Ah Ra

Aniya, aku hanya ingin mengontakmu saja. Mian sebelumnya jika aku mengganggu. Ku dengar kau ingin berbicara padaku tentang sesuatu :O


#delivered


Saat aku mengirimkan pesan itu, rasanya aneh. Tadinya aku yang akan berbicara padanya, mengapa jadi aku yang bertanya seperti ini padanya ? ._. tak apa lah , lebih baik dia yang berbicara duluan ketimbang aku.


From : Ah Ra

Ani :) siapa yang berkata seperti itu ? :o Sebenarnya ada, tapi sudahlah lupakan :)


To : Ah Ra

Apa ? Silahkan saja berbicara :D saya akan memaklumi ;) Tak usah takut, aku tak akan mencekikmu kekeke xD


#delivered

Rasanya sedikit geli bahwa aku sedikit membuat lelucon disaat seperti ini


From : Ah Ra

Aku ingin bertanya kepadamu, mengapa kamu menghapus akun me2day ku ? :o Mungkin ini baru perkiraanku , tapi rasanya itu benar :o


Saat aku menetima balasannya, rasanya hatiku sedikit tertonjok. Dia mengetahui bahwa aku menghapus akunnya. Aku langsung memanfaatkan keadaan itu agar masalah cepat selesai. Pada awalnya aku berbohong padanya bahwa aku tidak menghapus akun me2day nya, aku takut dia kecewa. Aku mengenal dia dengan berperasangkaan yang baik. Dan aku akhirnya berkata jujur.


To : Ah Ra

Ne, aku menghapusnya :|


#delivered


From : Ah Ra

Waeyo ? apakah ada masalah sebelumnya ? :o


To : Ah Ra

Ne, setiap kali melihatmu dan Sung Jin bermention ria di timeline ku, rasa-rasanya hatiku terbakar. Tapi tak sepantasnya aku seperti itu =')))))) *emot lebay* Aku bukanlah siapa-siapanya lagi tapi rasanya sulit untuk menghilangkan rasa. Sejujurnya, hatiku sakit sangat sangat sakit. Daripada aku terus-terusan sakit karena melihat kalian yang seperti itu, aku menghapus akun mu dari akunku. Tapi sebenarnya salahku, aku hanya terlalu iri mungkin :') Bagaimana Sung Jin dengan mu sekarang ?


#delivered

Rasanya tenang saat aku mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hati dan pikiranku.


From : Ah Ra

Jeongmal mianhae sebelumnya, aku sudah membuat dirimu terluka :( Sebenarnya bukan keinginanku. Tapi dia selalu ada, karena kasihan aku balas saja mentionnya --' Mianhae jeongmal mianhae Han Eun :(( Aku dengannya ? Beberapa hari kebelakang ini dia selalu mengirimkan pesan singkat padaku. Dia terkadang bertanya sedang apa atau pesan singkatnya itu berupa gombalan padaku. Tapi aku hanya membalasnya dengan tertawa singkat ==' Mian sebelumnya :(


To : Ah Ra

Gwecana :)) aku lebih tenang sekarang karena aku mengetahui semuanya :)) Lalu mengapa kamu membalas seperti itu ? :O Dia lebih senang jika kamu membalasnya dengan panjang. Dia pasti sangat senang. Dia menyukaimu :))) *emot dusta*

#delivered


Sakit memang, tapi lega. Itu perasaanku sekarang. Mungkin inilah ikhlas. Tapi belum sepenuhnya aku bisa. Senang rasanya bisa sharing bersama orang yang jelas-jelas dulu aku benci karena sikapnya padaku yang menyakitkan hatiku. Tapi setelah dekat, ternyata orangnya lumayan untuk diajak sharing.


From : Ah Ra

Ya aku tau itu, tapi aku tetap tak ada rasa padanya --' Dia sangat baik padaku memang. Sudah 2x dia membelikan komik kesayanganku untukku. Pertama saat masih kelas 10, kedua yaitu kemarin saat dibagi rapot semester kemarin di lapang. Dia bilang dia masih punya hutang komik padaku. Padahal aku sudah lupa akan hal itu. Tapi dia membelikannya. Aku tak bisa menolaknya karena komik itu sangat berharga untukku --' Mianhae. Jeongmal mianhae :(((

Mworago ? Jadi kejadian waktu itu di lapang dia memberikan komik lagi ? Sebegitukah ? Eotteokae ? Tapi aku membaca ulang kembali pesan singkat itu. "Aku tetap tidak ada rasa padanya". Kasihan Sung Jin, sudah berusaha beberapa kali untuk mendapatkan hati Ah Ra, tapi tetap tidak bisa. Itukah yang disebut balasan ? Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak bahwa jelas-jelas Ah Ra tidak berpihak padanya. Rasanya puas sekali hati ini, dia merasakan kegalauan karena dia tidak di terima oleh Ah Ra XD *rasakan kau hahahahaha* . Tapi ada rasa kasihan kepadanya .___.


To : Ah Ra

Ne gwecana Ah Ra-ya :)) Seharusnya kau lebih sering cerita tentang ini. Lalu bagaimana sekarang ? :o


#delivered


From : Ah Ra
Aku setengah hati bercerita tentang hal ini, aku takut menyakitimu :(( Sekarang aku jadi tidak terlalu membalas pesan singkatnya karena jenuh --' Aku sudah bilang aku tak ada rasa tapi tetap saja dia mengikutiku. Aku juga heran mengapa aku seperti ini --a Aku ingin bertanya padamu. Mian sebelumnya jika ini lancang, bagaimana perasaanmu pada Sung Jin sekarang ini ?


Saat menerima balasan itu, bisa dibilang campur aduk. Entah apa yang aku harus utarakan padanya. terlalu banyak rasa yang bercampur di hati ini, hingga tak bisa aku jelaskan. Lalu jari-jariku mengetik handphoneku kembali untuk membalas pesannya


To : Ah Ra.....




TBC...

wahahahah maaf maaf di potong, biar penasarann xD
maaf banget banget banget bila perlu di eja m.a.a.f b.a.n.g.e.t baru keluar sekarang ini part 7. Di samping saat itu sedang UAS, lalu saat liburan sedang tak ada inspirasi *yang ada malah galau* lalu saat masuk kembali ke rutinitas seperti biasa, tugas menumpuk jadi alhasil tak ada waktu.
Oh iyaaa ngmong2 tentang cerita di atas itu isinya emang bener seperti itu, cuman sama saya di udah kata2nya jadi formal dikit, terus ga sedingin di atas bahasanya, pake emot2 gitu lah aslinya mah hahah :D
cuman kalo di atas kalo pake emot asa gimana gitu *looh hihihihi :D
oh iya terus maaf aku cuman bisa share di sini dulu, di blog lagi ga aman nih, bneran asli ada yang ngubek2 taunya bacaan TOL aku, dan dia malah ngehina. Orangnya gajauh kok dari pelaku diatas ^^ jadi mohon maklum. Saya belum bisa share ini ke orang banyak karena takut di sangka gimana gitu, saya membuat TOL ini cuman sekedar mengisi waktu luang, lalu curhat via cerpen sekalian belajar lah hihih, dan sebagainya tapi saya belum siap buat ngshare ke orang banyak, yang kemarin cuman kesalahan saya aja yang ga bisa hati2 hihihi :D
maaf kalo ceritanya kurang menarik atau gimana gitu, biasa ngetiknya saat mata dalam keadaan darurat :D terimakasih atas perhatiannya ^^
beri komentar yaaa buat yang ini hihihi :D

Selasa, 27 Desember 2011

T.O.L (tears of love) part 6

0 komentar
Han Eun POV

Entah dengan maksud apa dia seperti itu, memilih yeoja yang jelas-jelas mirip denganku. Tapi tak baik jika terus memikirkan sesuatu yang tak seharusnya dipikirkan. Cepat-cepat aku enyahkan pikiran itu. Setidaknya aku lebih tenang sekarang , dia tidak bersama Ah Ra lagi.

*satu bulan kemudian.....

Drrttt drrtttt , sepertinya handphone ku bergetar. Siapa yang mengirim pesan malam-malam seperti ini ? Saat ku buka handphone ku, ada satu pesan singkat di terima. Nomor baru masuk.

From : xxxxxxxxxxxxxx

Han Eun sunbae ?

Siapa ini ? Sunbae ? Aku dibuat terdiam beberapa saat setelah menerima pesan tersebut. Lalu aku lirik jam wekerku. Jam 2 pagi. Ternyata ada saja yang mengganggu orang di tengah malam seperti ini. Tapi dia mengenaliku. Lalu ku balas


Kamis, 08 Desember 2011

T.O.L (tears of love) part 5

0 komentar
Author POV
Setelah kejadian itu, Han Eun tidak pernah berbicara lagi dan menatap wajah Sung Jin secara langsung. Ia pun tak pernah tertawa bersama Sung Jin sekiranya itu pun lawakan yang sangat bagus hingga orang yang mendengarnya bisa tertawa terbahak-bahak hingga menangis. Tapi Han Eun tahan, karena ia sudah membenci Sung Jin. Dan dari kabar burung kembali, Han Eun mengetahui bahwa Sung Jin dan yeoja chingu barunya sudah tak mempunyai hubungan kembali. Dan menurut kabar burung yang di terima Han Eun bahwa, mereka berpisah karena pihak orang ketiga, dan orang itu adalah Ah Ra. Padahal Han Eun sudah menyetujui hubungan Sung Jin dengan yeoja barunya bukan dengan Ah Ra. Walaupun sebenarnya yeoja chingu Sung Jin yang baru adalah perempuan "preman". Tapi Han Eun lebih menyukai yeoja chingu baru Sung Jin tersebut ketimbang dengan Ah Ra yang bermuka baik, pintar, tapi hanya topeng belaka.