Rabu, 14 September 2011

T.O.L (tears of love)

aku menatap layar laptop kesayanganku dalam-dalam. Hm .... besok adalah hari pertama aku masuk sekolah, aku pikir akan menyenangkan mendapat teman baru di kelasku yang baru. Mungkin , tapi semoga sajalah. Itu harapanku untuk besok, cepat akrab dengan teman baruku di kelas baru pula. Tapi ada sebagian dari mereka yang aku kenal, bahkan sangat kenal. Teman-temanku saat aku menginjak SMP pun ada di sana. Di tambah..... Oh aku baru ingat -_____- seseorang yang sedang tak mau aku temui, siapakan dia ? Dia bernama Lee Sung Jin. Seorang namja yang paling pintar di kelasnya (katanya), dan terlebih lagi dia adalah namja chinguku. Oh tidak, akan seperti apakah hari esok itu ? -_- aku tak dapat memikirkannya u,u Pasti besok sangat ricuh dengan omongan-omongan teman-temannya saat kita sekelas nanti. ahhhh tidak aku malu -_-

Ya, aku mempunyai namja chingu sejak 4 bulan yang lalu. Awalnya aku di kenalkan oleh temanku yang sekelas dengannya. Lalu kami sangat dekat. Dalam jangka waktu seminggu dari saat kita pertama kali kenal, dia sudah ingin menjadi pacarku. Aku bingung harus menjawab apa karena aku belum pernah seperti ini atau lebih tepatnya pacaran apalagi bersama orang yang baru di kenal. Tapi temanku yang adalah temannya juga terus menerus meyakinkanku bahwa namja itu baik, pintar pula. Walaupun tak setampan namja pujaanku, tapi dia cukup baik dalam ukuran seorang namja yang biasanya nakal. Dan akhirnya aku terima dia sebagai namja chinguku.
Awal-awal memang aneh rasanya karena aku belum pernah mempunyai namja chingu sebelumnya walaupun banyak namja yang ingin denganku sampai-sampai mengirim bunga mawar ke kelas (__ __') tapi aku tetap tidak mau mereka semua, dan baru kali ini aku menerima seorang namja yang baru aku kenal. Tapi tak apalah belajar menjadi seorang remaja yang pada umumnya.
Lama-lama aku mulai nyaman dengan Sung Jin, dia namja yang baik. Walaupun dia agak terlihat culun, tapi tak apa bagiku aku menerimanya dengan apa adanya. Dan semakin lama pula aku semakin ada rasa padanya. Sepertinya sayang.
Semakin lama, rasa ini semakin menjadi. Tapi yang disayangkan adalah, dia semakin kurang perhatian padaku. Jadi jarang menghubungiku, jarang pulang bersama denganku. Tapi aku percaya dia mungkin sedang sibuk sama sepertiku. Mengerjakan tugas yang tak pernah ada habisnya dan selalu bertambah. Aish mungkin inilah penderitaan seorang pelajar (T.T)
Namun, semakin lama dia semakin tak menghubungiku lagi. Aku coba untuk menghubunginya namun selalu saja tak di jawab. Omona... apa yang salah denganku ?
Sedih rasanya baru menyayangi seseorang tapi dia malah menjauh dari kita, ya itu lah aku. Dan memang sedih.
Lama-lama dia jadi seenaknya untuk menghubungiku, hanya mengirim pesan 3 kali dalam seminggu. Itu pun bila ada maunya. Dia jadi jarang bertanya tentang keadaanku, tentang kondisiku, atau bercanda denganku. Aku kehilangan handphone kesayanganku pun dia tidak tahu. Aku semakin sedih. Tapi ku usahakan untuk diam dan bersabar. Mungkin dia tak sedang ingin di ganggu.
Namun yang aku bingung, entah mengapa pada saat bertatap muka via me2day, pada saat dia online dia tak pernah menyapaku padahal aku sedang online. Sakit rasanya tak di anggap sama sekali. Tapi sekali lagi, ku pikir mungkin dia sedang tak ada waktu.
Dan hingga hari ini, tak ada kabar darinya. Setiap kali aku menghubunginya selalu saja tak di jawab ataupun di balas. Padahal besok adalah hari ulang tahunnya. Sudah ku siapkan kado yang berisi kaos biasa untuknya. Hadiah yang sangat sederhana sekali. Ya karena aku sedang krisis uang saat itu. Tapi aku tetap menyempatkan diri untuk mengumpulkan uang demi membeli sebuah kado kecil untuknya. Hari ini adalah hari ulang tahunnya, aku sudah memberikan ucapan kepadanya. Tinggal memberikan kadonya besok saat di kelas baruku. Tapi.... aku akan memberikannya via temanku saja. Karena aku sangat malu....

Author POV
Han Eun memasuki ruang kelas yang berpolet putih biru, dengan teralis terpasang di jendela dan pintu kelas tersebut. Ia masuk dengan ragu dan pelan-pelan, melongok kesana kesini. Ternyata hanya baru ada beberapa orang, lalu ia masuk dan memilih tempat duduk yang nyaman untuknya. Di belakang sepertinya tempat yang cocok untuknya karena mungkin dia masih perlu waktu untuk menyesuaikan diri. Dia menyimpan tasnya lalu pergi ke luar kelas. Dia berdiri di koridor tepat di depan pintu kelas barunya. Dia sedang menunggu seseorang disana karena di dalam kelas tak ada yang ia kenal.
Satu persatu teman yang ia kenal pun mulai datang. Dia sedikit sulit untuk menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru. Jadi tak salah mungkin bila dia sedikit canggung terhadap orang-orang yang baru ia kenal. Lalu, datanglah namja yang tidak di harapkannya untuk muncul di depannya. Saat kedatangan namja tersebut, Han Eul hanya tertunduk tak ingin melihat wajahnya. Walaupun agak sedikit berharap namja yang ingin tak ia lihat tersebut menyapanya.
Tapi ternyata, namja tersebut malah tidak menyapanya sama sekali. Sakit mungkin yang Han Eul rasakan saat itu. Namja tersebut malah lebih baik sibuk bersama teman-temannya daripada dengan yeochingu nya sendiri.

Han Eul POV
Sakit ! Itu yang aku rasakan saat ini. Aku berharap penuh dia akan menyapaku dengan senyumnya yang hangat dan manis itu tapi ternyata dia melewatiku begitu saja lalu sibuk dengan teman-temannya. Apakah dia tidak merindukanku sama sekali setelah selama 2 minggu tak bertemu ? Bukan hanya itu, selama liburan kami jarang sekali berkomunikasi , walaupun hanya sekedar pesan singkat pun tidak ada sama sekali. Selama 2 minggu itu aku terus bersabar berharap mungkin saat aku bertemu dengannya dia kan menanyakan keadaanku. Tapi nyatanya....
Sakit ! Baiklah ini sakit ! Tapi aku harus memakluminya. Mungkin ini baru permulaan. Wajar sajalah dia masih canggung atau tidak menganggap aku sama sekali. Lagi, aku pun bersabar atas sikapnya....

TBC
ini ff ? atau cerpen iya ? --'
di bilang ff castnya ngarang abis, di bilang cerpen tapi ada unsur ffnya -.-'
hm apa iya ? --'
post aja dulu deh :D
tapi temen2 bisa baca nilai sendiri kaaaaaaan ? :D
sebelumnya maaf iya teman2 bila banyak kekurangaaaaan pada cerita di atas , tapi ini kisah nyata yang aku alamin sendiri :D
tapi kalo bahasanya kurang pas maaf banget karena aku juga masih belajar ko :)
terimakasih udah baca yaaa teman2 :D

0 komentar:

Posting Komentar