Minggu, 23 Februari 2014

Talking To The Moon

0 komentar
Cast : Han Hayoung, Isseul, Chanyeol

Mian yaaa kalo ceritanya ga rame heheh abisnya terinspirasi dari lagunya :D Mian kalo bahasa perancisnya masih acak2an dan masih salah, maklum admin masih dalam tahap belajar :D
Selamat membacaa :D


Penyesalan itu datang terlambat. Karena, terkadang kita baru menyadari bahwa dia adalah hal yang paling berharga setelah dia pergi.......

Disudut kamar pengap dan kumuh, duduk seorang lelaki dan radio kecilnya. Badannya kotor seperti ia dalam hidupnya tak pernah mandi, dengan baju yang robek kotor. Dia tampak seperti orang gila. Tapi ini adalah rumah sakit jiwa, tempat ia tinggal saat ini. Wajahnya datar dan hanya tertunduk ke lantai. Dia tak bergerak sama sekali. Radio kecil yang ia dengarkan pun lagunya tetap saja sama. Setiap hari, setiap jam, dan setiap menit ia hanya memutar lagu itu. "Talking to the moon, trying to get to you..." seperti itu lah lagunya. Jika lagunya sudah selesai, ia putar kembali terus menerus. Seperti ada sesuatu dibalik lagu itu yang membuatnya tenang. Tanpa lagu itu, dia tak akan diam. Pernah sesekali, perawat mengambil radio kecilnya itu dan mematikannya. Lelaki itu langsung marah dan tak ingin makan seharian itu. Perawat-perawat di rumah sakit jiwa itu sudah sangat mengenal lelaki itu. 'si Talking To The Moon', itulah julukannya. 
Terdengar suara sepatu boots yang semakin lama semakin mendekat. Ternyata seorang perempuan datang dengan memakai baju hangat dan menghampirinya. Rambut panjangnya di ikat kebelakang. Suara sepatu bootsnya terdengar berisik, namun lelaki itu tetap diam tak melihat perempuan itu.

Isseul POV

Aku tak tega melihatnya. Dia temanku. Dulu ia tak sekurus dan tak sekotor itu. Ruangan ini sesak dengan bau dirinya yang sudah tak mandi selama 3 minggu ini. Kali ini dia tak bergerak sama sekali. Apa yang dia pikirkan ? Apakah masih menyesal atas perbuatannya ? Ya, wajar saja dia menyesal karena dia telah menyia-nyiakan orang yang menyayanginya. Sampai pada akhirnya setelah orang yang menyayanginya pergi, ia menjadi seperti ini. Ya, dia masuk rumah sakit jiwa karena patah hati. 

Hayoung, jika saja kamu tahu seorang lelaki di depanku ini telah menjadi gila karena kepergianmu. Tapi aku yakin pasti kamu mengetahuinya. Tapi sayangnya kamu takkan pernah kembali untuk menyembuhkannya. 
Hayoung, sahabatku...
Aku teringat dulu bagaimana kau bercerita padaku tentang perasannya padamu, hingga membuatmu jatuh cinta pada lelaki di depanku ini. Sampai-sampai orang yang menyukaimu sebelum dia, marah besar dan mendatangi lelaki ini. Hingga lelaki di depanku ini enggan untuk kembali padamu hanya karena takut pada lelaki itu dan pergi bersama wanita lain. Menurutku, jika lelaki di depanku ini mencintaimu, seharusnya ia berjuang mati-matian untuk mendapatkan mu, bukan memberikannya kepada orang yang tak kau sayangi sama sekali. Tapi apa yang terjadi ? Ia pergi tepat di depanmu Hayoung. Ia pergi bersama wanita itu tepat  di depanmu dan di depanku. Betapa aku hancur melihatnya, apalagi dirimu Hayoung. Aku yakin hatimu lebih hancur daripada aku. Dan pada akhirnya, kau memilih dengan lelaki yang sama sekali kau tak mencintainya. Dan kau pergi bersamanya ke tempat terindah di dunia ini, yaitu Paris. Pergi bersama orang yang tak kau cintai ke tempat terindah itu agar kau lupa akan dirinya. Tapi nyatanya, kau selalu bertanya padaku bagaimana kabarnya di Seoul. Aku hanya memberitahu apa yang aku tahu. Hingga pada akhirnya lelaki yang di hadapanku ini sakit hati karena wanita yang bersamanya waktu itu pergi pada kekasihnya. Ia hanya dijadikan pelampiasan kebosanan oleh wanita itu. Hatinya mungkin sakit, tapi aku tahu hatimu lebih sakit saat kau tahu bahwa ia akan terus berjuang untuk wanita yang sama sekali tak peduli padanya saat itu. Kau bilang, hatimu sakit saat mengetahui itu. Ya, aku pun merasakannya. Kau bilang, ia dengan mudah melupakanmu dan melepaskanmu, sementara kau mati-matian sudah pergi jauh  dengan orang yang sama sekali tak kau cintai, tapi kau tetap teringat padanya, tetap bertanya keadaannya sementara lelaki yang ada di depanku saat ini tak pernah bertanya tentang kabarmu.

Sampai suatu saat, aku dengar kau jatuh sakit di Paris. Sesegera mungkin aku siapkan tiket untuk pergi kesana. Dan apa yang ku lihat, kau lemas tak berdaya di atas kasur dengan alat bantu pernafasan. Saat aku dekati, kau berbisik nama lelaki di hadapanku sekarang padaku. "Chan....yeol". Aku hanya diam. Hingga sampai detik itu kau tak lupa akan lelaki yang sudah menyakitimu itu. Semenara lelaki yang berada disisimu saat itu tak kau panggil namanya. Untunglah dia mengerti, bahwa hatimu telah terkunci oleh Chanyeol. Ia merelakan mu untuk bertemu dengan lelaki yang sudah menyia-nyiakan mu. Saat itu aku pun bergegas pulang ke Seoul untuk mengajak Chanyeol bertemu denganmu. 

Setelah sampai di Seoul, aku langsung bertemu dengan Chanyeol. Dan apa yang ku dengan dari jawabannya atas ajakanku itu sangat menyakitkan ku terutama dirimu Hayoung. Jika saja kamu tau, bahwa lelaki yang berada dihatimu itu sudah tak mempedulikanmu lagi. Ia hanya ingin bertemu dengan wanita yang bersamanya saat kau melihatnya. Aku sudah berusaha semampuku, dengan memaksanya agar ia bertemu denganmu tapi ia tetap bersikukuh dengan janjinya bersama wanita itu. Ia malah mementingkan acara yang ia selenggarakan untuk bertemu dengan wanita yang sama sekali bukan miliknya. Tapi ia malah berjuang akan hal itu. Sejak saat itu, aku pun mulai membenci lelaki yang sudah menyakiti sahabatku yang sedang kesakitan disana. 

Aku pun kembali ke Paris dengan rasa kesal dan benci. Aku menangis saat aku menceritakan hal itu padamu. Tapi kau hanya tersenyum sambil menghapus air mataku di saat kau sedang terbaring dengan alat bantu pernafasanmu. Aku tahu hatimu pasti lebih sakit daripada aku yang hanya sebagai perantara. Aku tahu hatimu lebih kecewa daripada aku yang hanya berusaha untuk mengajaknya. Sampai detik-detik kepergianmu, kau memberikan surat padaku agar aku memberikannya pada lelaki yang masih berada di hatimu itu. Kau tak memberikanku pesan apa-apa, hanya saja kau berbisik namanya padaku hingga sambil menutup mata. Dan aku menyadari, kau pergi untuk selamanya.

Sesampai aku di Seoul, aku langsung memberikan surat itu lelaki yang kau cintai. Tapi ia malah marah padaku sambil membuang surat tersebut. Ia kesal karena rencananya yang ia buat saat itu gagal. Wanita yang akan dia temui saat itu malah membatalkan acara tersebut. Ia kesal sekesal-kesalnya hingga ia melampiaskan kekesalan itu pada surat yang kau tulis untuknya. Hatiku sakit sakit-sakitnya. Ia sama sekali tak peduli apa yang kau tulis Hayoung. "PLAAAAKKKKKKK....." aku menampar pipinya saat aku lihat ia meremas surat yang kau berikan dan membuangnya tepat ke mukaku. " Kau tak pernah sadari, diluar sana ada wanita yang sangat mengharapkanmu. Sampai di sisa akhir hidupnya ia masih berbisik namamu padaku. Tapi kau tak pedulikan dia walaupun dia telah tiada" teriakku padanya dengan menumpahkan seluruh kekesalanku padanya setelah ini apa yang dia lakukan padamu Hayoung. 

Hingga pada suatu malam, ia datang kerumahku dengan lemah sambil memegang surat yang kau berikan untuknya. Ia menangis sejadi-jadinya di pundakku. Ia langsung memintaku untuk menemaninya ke Paris agar bisa mengunjungi tempat peristirahatanmu yang terakhir. 

Chanyeol POV

Aku datang dengan membawa seikat bunga untuk menghiasi nisanmu. Paris ternyata memang indah. Seindah-indahnya Paris, tetap saja kau tak pernah melupakanku Hanyong. Aku sangat menyesal. Sebegitu besarkah rasa cintamu hingga kau pergi ketempat terindah di dunia untuk melupakan ku ? Melupakan rasa kecewa dan sakit hatimu ? Jeongmal mianhae Hayoung. Aku terduduk di atas nisanmu. Aku menangis tersedu-sedu. Aku menyesal karena aku telah menyia-nyiakan orang yang menyayangiku dengan tulus. Hingga akhirnya aku pulang ke Seoul dengan
 berharap kau akan kembali pula dari tidur panjangmu. Setiap malam aku selalu menatap langit dan bulan dengan memohon agar kau mendengarkan maafku disana. Lagu Talking To The Moon, selalu di dengarkan setiap saat agar kau mengetahui bahwa aku ingin kau kembali. Dalam surat mu kau menulis 'Maintenant, tu ne j'aime pas encore. Tu ne j'attentif pas. Tu es partir avec elle. C'est malade'. 

I know you're somewhere out there
Somewhere far away
I want you back
I want you back
My neighbors think I'm crazy
But they don't understand
You're all I had
You're all I had



At night when the stars light up my room
I sit by myself talking to the moon.
Trying to get to you
In hopes you're on the other side talking to me too.
Or am I a fool who sits alone talking to the moon?