Han Eun POV
Aku hanya diam, aku tak bisa berbicara kepada mereka. Lidahnya tak sanggup untuk menjelaskan apa yang terjadi. Sebagian dari mereka pun menghampiriku dan memelukku. Akhirnya mereka mengerti, aku tak bisa bilang apa-apa kepada mereka saat itu, setelah itu ataupun selamanya. Aku tak ingin bilang apapun tentang kejadian itu kepada mereka, karena aku tak ingin membuat keadaan tambah kacau.
Sejak saat itu, hubungan kami semakin parah. Tak ada komunikasi antara aku dengannya. Sama sekali tak ada. Sebenarnya aku ingin mengirimkan pesan singkat padanya, namun karena hatiku terlalu sakit oleh kata-katanya waktu itu, kuurungkan niat. Aku menunggu dia yang memberikan kabar padaku, tapi nyatanya tak ada satupun kabar darinya.
Satu minggu, dua minggu, tiga minggu, empat minggu dia seperti ini. Aku mulai bingung, apakah hubungan ini akan terus seperti ini selamanya ? Aku mulai berpikir tentang perasaanku padanya, aku sangat menyayanginya namun karena sikapnya yang seperti itu padaku, rasa ini menjadi mati begitu saja. Di tambah beberapa kali sindirannya di me2day, membuat hatiku hancur. Ia ingin hubungan ini berakhir. Dan mulai detik itu juga, aku sadar. Aku tak bisa lama-lama seperti ini. Jika dia tak ingin memulai untuk bertanya saja bagaimana dengan hubungan ini, berati aku yang harus memulai. Walaupun aku tau resikonya yaitu hubungan ini berakhir. Tapi jika terus di pertahankan, akan terus menambah rasa sakit ini berkelanjutan. Maka dari itu, aku memberanikan diri untuk bertanya tentang kepastian hubungan kami.
To : my namja chingu
Mau bagaimana ini ?
#deliv
From : my namja chingu
bagaimana apa ?
To : my namja chingu
hubungan ini, terus akan seperti ini ?
satu menit, dua menit, beberapa menit ia lama membalas. Aku yakin, hatinya sedang bingung.
From : my namja chingu
maaf sebelumnya, lebih baik kita akhiri saja. Karena memang sudah tak benar sejak lama. Maaf sebelumnya
Membaca balasan darinya membuat jatuh lemas. Tapi karena aku sudah tau resikonya seperti apa, aku berusaha untuk tidak menangis. Lalu, ku ketik tombol-tombol pada handphone ku untuk membalas pesan singkat darinya dengan lemas tak berdaya.
To : my namja chingu
baik jika itu maumu
kita berakhir
Maad jika selama ini aku membuatmu tidak nyaman, sekali lagi maaf.
mulai besok kita menjadi teman biasa saja :)
#deliv
From : my namja chingu
baiklah, maaf jika selama ini aku membuatmu galau. Maaf. hm Okey.
lalu aku tak membalas pesannya lagi. Akhirnya hubungan ini berakhir. Tepat pada hari dimana kami menjalin 6 bulan bersama di waktu yang sama. Sekitar pukul 10.30 malam. Sekarang ntara aku dengannya tak ada apa-apa lagi. Tapi Tuhaaaaaann, jujur aku masih sangat menyayanginya. Tapi rasa ini telah mati karenanya.
Ku kumpulkan tenagaku untuk tidak menangis. Alhasil malam itu pun aku tak menangis. Esok harinya, aku datang ke sekolah dengan berusaha untuk menutupi rasa sedihku. Tertawa untuk menutupi rasa sakit yang sebenarnya. Tapi saat tertentu, saat pelajaran sedang tidak benar, aku terdiam lalu ingat kejadian malam tadi. Sontak aku langsung menangis. Aku berusaha untuk tidak mengeluarkan air mata, tapi rasanya sulit. Air mata ini ingin sekali untuk keluar dari mataku (-_-). Lalu, aku permisi untuk pergi ke toilet perempuan. Aku menangis dan berdiam diri lama di toilet, hampir menghabiskan waktu pelajaran (-_-'). Lalu aku berpikir sejenak. 'Apakah aku akan terus seperti ini ? menangisi orang yang telah pergi ? yah, mungkin ini baru awal, maklum. Tapi apakah aku akan terus seperti ini ? Pikirkan Han Eun ! Kamu harus mulai mencoba untuk bangkit tanpa dia. Walaupun rasa sayangmu untuknya susah untuk dihilangkan, tapi cobalah untuk tidak terlalu terpuruk. Karena mungkin masih banyak yang lebih parah daripada kamu. Coba Han Eun pikirkan ! Masih banyak orang yang selalu menyayangimu dan selalu bersamamu' kata batinku terucap seperti itu. Akhirnya aku mencuci muka ku untuk menghilangkan bekas menangis. Tapi tetap tidak mudah hilang, mataku masih merah bengkak (-_-). Untungnya setelah ini, adalah waktunya pulang. Akhirnya aku cepat-cepat pergi ke kelas dan berkemas. Banyak yang bertanya tentang mataku. Tapi aku hanya membalasnya dengan senyum, lalu pergi.
* * *
Author POV
Sudah hampir 3 bulan sejak kejadian itu,mereka tidak pernah saling komunikasi sama sekali. Di kelas mereka jarang sekali berbicara satu sama lain. Rasa canggung sepertinya masih melanda mereka, padahal mereka sudah tak ada hubungan apa-apa lagi. Tapi teman-teman sekelas mereka masih menyangka jika hubungan mereka masih berlanjut. Han Eun terkadang ingin di perhatikan oleh Sung Jin yang tak peduli dengan keberadaan Han Eun. Han Eun masih berharap untuk Sung Jin kembali kepadanya. Tapi ada daya, ia pikir itu sangatlah mustahil. Walaupun dalam hatinya tersebut masih tersimpan rasa yang amat sangat mendalam. Terkadang Han Eun perlu menangis sesekali setiap malam karena rasa rindunya pada Sung Jin. RINDU. Itu yang sering Han Eun rasakan setelah mereka berpisah. Rindu itu menyiksa batinnya. Sangat. Walaupun setiap hari bertemu, tapi mulut mereka terdiam.
Dalam 3 bulan itu, ternyata banyak yang terungkap dalam 6 bulan ini. Dari mulai hubungan Ah Ra dan Sung Jin, hingga perasaan Sung Jin kepada Ah Ra. Dan yang mengejutkan kembali, ternyata pada awal Sung Jin sudah bersama Han Eun pun, Sung Jin masih berharap lebih terhadap Ah Ra yang jelas-jelas telah menolaknya. Walaupun Ah Ra menolak, tapi Sung Jin masih tetap mengejarnya. Ternyata selama 6 bulan hubungan Han Eun dan Sung Jin dalam kebohongan belaka. Itu membuat hati Han Eun begitu sakit. Hingga Han Eun berpikir, bahwa ia hanya di jadikan mainan saja oleh Sung Jin. Betapa kejamnya seorang Sung Jin. Lalu Han Eun mencoba untuk bangkit dan melupakan Sung Jin. Ia sudah mencobanya tiga kali, tapi tetap saja rasa sayang tersebut tidak bisa hilang begitu saja.
Saat Han Eun sedang mencoba untuk melukapan Sung Jin, justru saat itu pula Sung Jin kembali mendekati Han Eun. Dari mulai menghubungi Han Eun kembali, hingga pernyataan Sung Jin kepada teman-teman sekelasnya bahwa ia ingin kembali kepada Han Eun. Itu membuat hati Han Eun luluh dan yakin bahwa Sung Jin akan kembali. Tapi anehnya, Sung Jin tak kunjung mengajak Han Eun untuk kembali secara pribadi, tak di publikasikan. Dan Sung Jin sepertinya tak ada usaha untuk membuat Han Eun kembali padanya. Tapi tetap saja Han Eun terbuai oleh harapan tersebut.
Setelah lama menunggu, Han Eun heran mengapa ia tak kunjung untuk mengajak kembali lagi. Hingga akhirnya Han Eun melihat me2day, dan ia terkejut. Ternyata Sung Jin telah menyukai perempuan lain selain dirinya. Hatinya kembali sakit, sangatttttttttttttt sakit. *lebe deh author :p* Karena ia hanya di beri harapan palsu oleh Sung Jin. Benar-benar sungguh sakit. Ia tak bisa menerimanya begitu saja. Dan me2day Han Eun dengan Sung Jin agak memanas karena sindiran Han Eun yang sangat kecewa kepada Sung Jin. Tapi Sung Jin tak peduli, malah makin memanas-manasi Han Eun. Tak terima dengan sikap itu, Han Eun pun langsung menghapus segalanya tentang Sung Jin, dari mulai sosial network termasuk me2day Sung Jin, ia hapus. Sampai kontak handphone nya pun Han Eun hapus. Foto-foto bersama boneka yang Sung Jin berikan pun ia hapus. Karena ia tidak ingin lagi mengenal dan tahu tentang Sung Jin. Hatinya sakit sangat sakit. Lebih dari sakit. hati Han EUn pun mulai menanamkan rasa benci kepada Sung Jin. Di kelas pun, Han Eun tak ingin lagi menatap wajahnya. Ia berusaha menghindar dari dari suaranya dan tak ingin mengenal yang bernama Sung Jin. Ia menganggap Sung Jin sudah mati, dan tak akan pernah untuk hidup lagi.
'6 bulan dalam kebohongan, 3 bulan bangkit yang sia-sia hanya karena satu harapan yang musnah' ungkapnya.
Hingga suatu hari, Han Eun mendapatkan kabar burung bahwa Sung Jin telah mempunyai seorang yeoja chingu baru. Tapi Han Eun sangat bersyukur karena yeoja chingunya tersebut bukanlah orang yang selama ini dia takuti , yaitu Ah Ra. Tapi yeoja chingu itu adalah adik kelas Sung Jin. Walaupun Han Eun sangat sangat sangat sakit, tapi senang. Ia mencoba untuk melepaskan dan benar-benar akan melupakan Sung Jin. Ia hanya berdoa, agar Sung Jin bahagia dengan yeoja barunya tersebut.
***
Setelah kejadian itu, Han Eun tidak pernah berbicara lagi dan menatap wajah Sung Jin secara langsung. Ia pun tak pernah tertawa bersama Sung Jin sekiranya itu pun lawakan yang sangat bagus hingga orang yang mendengarnya bisa tertawa terbahak-bahak hingga menangis. Tapi Han Eun tahan, karena ia sudah membenci Sung Jin. Dan dari kabar burung kembali, Han Eun mengetahui bahwa Sung Jin dan yeoja chingu barunya sudah tak mempunyai hubungan kembali. Dan menurut kabar burung yang di terima Han Eun bahwa, mereka berpisah karena pihak orang ketiga, dan orang itu adalah.......
TBC
*ahahahahahahah rame ga siiih ?
bahasa gue terlalu berbelit2 dan puyeng yaah maaf --v
silahkan saya sudah buka sesi komentar kok ^^ di tunggu kritik dan sarannya yah :)
Kamis, 24 November 2011
Sabtu, 19 November 2011
T.O.L (tears of love) part 3
To : my namja chingu
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !
#delivered
Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
Baca selengkapnya »
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !
#delivered
Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....
Baca selengkapnya »
Label:
Baca selengkapnya »
Langganan:
Komentar (Atom)




