Jumat, 14 Oktober 2011

T.O.L (tears of love) part 2

0 komentar
Han Eun POV
Setelah merasakan beberapa hari di kelas baru, rasanya senang mempunyai banyak teman baru. Tapi sesekali ada rasa rindu terhadap temanku yang dulu. Oh Tuhan aku rindu merekaaaaa T.T Bila aku bertemu mereka, pasti akan ku peluk satu persatu hehe :D Saat pelajaran berganti, tepatnya pelajaran Akuntansi, seongsaenim belum datang. Anak-anak ribut seperti biasa. Lalu teman lamaku yang bernama Cho Jin menghampiriku.
"Han Eun, aku ingin bicara denganmu" katanya.
"bicara apa ? kenapa formal sekali ?" tanyaku dengan penasaran sambil bercanda kepadanya.
"Bagaimana dengan Sung Jin ? Ku lihat, kalian belum pernah bicara satu sama lain. Apakah baik-baik saja ?" tanyanya yang membuat hatiku ciut karena sedang tak ingin memikirkan hal itu. Tapi apa daya, akhirnya aku membuka mulutku. Aku ceritakan semuanya dari awal hingga saat itu sambil menahan tangis.
"Han Eun, sebenarnya ada sesuatu dengannya" katanya membuatku penasaran.
"Apa ? Dia kenapa ?" tanyaku tak sabaran.
"Mengenai yeoja itu, dulu sejak saat sebelum dengan kamu dia suka pada yeoja itu dan ingin menjadi kekasihnya" kata Cho Jin sambil menunduk tak berani melihat wajahku saat itu. Di sana, saat itu pun juga aku lemas seketika. Lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa lagi. Tapi ku kumpulkan seluruh tenaga untuk bertanya lagi padanya.
"Lalu yeoja itu menerimanya ?" tanyaku dengan gugup dan lemas.
"Tidak, dia tidak menerimanya" jawabnya dengan singkat.
"Kenapa ? " tanyaku lagi.
"Entahlah, tapi yang aku tahu dia dulu sangat dekat dengan yeoja itu. Walaupun hanya sekedar teman dan Sung Jin masih berharap padanya" jawabnya dengan agak ragu.
"Kenapa kamu baru memberitahuku saat ini ? Kenapa tak sejak dari dulu Cho Jin-ah ?" tanyaku dengan tegas sembari menahan tangisku.
"Mianhae, aku tak tega untuk memberitahumu" jawabnya. Aku masih kosong terhadap pandanganku saat itu. Masih terlalu syok untuk mengetahuinya.
"Han Eun, jangan diam saja. Mianhae, jeongmal mianhae" kata Cho Jin sambil memegang tanganku.
"Ne, aku baik-baik saja" jawabku yang masih dengan pandangan kosongku. Lemas seketika. Kaki ku lemas, hatiku sakit sesakit-sakitnya. Syok ! Itulah keadaanku sekarang. Ya Tuhan kuatkanlah aku ini T.T
Tiba-tiba seongsaengnim datang. Semua anak-anak langsung duduk di kursinya masing-masing. Saat pelajaran berlangsung pun aku tak bisa konsentrasi. Aku tetap berusaha menahan air mataku untuk tidak keluar. Di tambah kursiku di depan meja seongsaengnim. Tuhaaaan , semoga seongsaengnim tidak melihatku.

Author POV
Hatinya tak kuat lagi untuk menangis sesampai di rumah. Karena ia masih penasaran dengan pernyataan temannya tentang namja chingunya, akhirnya Han Eun memberanikan diri untuk mengirimkan pesan singkat kepada namja chingunya sendiri setelah sekian lama lose contact dengannya .
To : my namja chingu
cie yang suka sama seseorang

#delivered

Setelah pesan terkirim, akhirnya ia menunggu. Berharap di balas, apabila tidak pun tak jadi masalah karena ia sudah terbiasa dengan hal itu. Tiba-tiba handphone nya bergetar.

From : my namja chingu
suka sama siapa ?

lalu Han Eun membalasnya dengan sedikit berpikir-pikir dan hati-hati.

To : my namja chingu
siapa saja boleh, itu yang kamu suka siapa ?

#delivered

From : my namja chingu
siapa ?

To : my namja chingu
tanya hati haha

#delivered

From : my namja chingu
serius ! siapa ?

To : my namja chingu
Ah Ra

#delivered

Tak ada balasan lagi. Han Eun tetap menunggu. Setelah setengah jam lamanya, handphonenya kembali bergetar.

From : my namja chingu
Lalu ? Ah itu hanya masa lalu

To : my namja chingu
baik masa lalu ataupun sekerang, itu bukan sebuah alasan. bila masih ada rasa padanya, jujur saja padaku. Katakan saja.

#delivered

Kembali lagi, Han Eun menunggu kembali karena pesannya belum di balas. Sepuluh menit kemudian, handphonenya bergetar lagi.

From : my namja chingu
apa salah jika itu benar ?

Tubuh Han Eun mendadak lemas saat ia membaca pesan masuknya dari namja chingunya. Ia tak kuat untuk menangis, namun sekali lagi ia tahan dengan sekuat tenaga. Lalu ia mengumpulkan tenaganya untuk membalas pesannya. Ia membalasnya sambil di pikir-pikir terlebih dahulu.

To : my namja chingu
tidak, itu tidak salah. Kamu mempunyai rasa kepada seseorang pun itu hak mu. Aku tak pantas untuk melaranganya.

#delivered

Han Eun POV

Tubuhku mendadak lemas saat aku membaca pesan darinya. Rasanya mimpi buruk terjadi. Ingin aku menangis saat itu, tapi ku coba untuk menahannya. Aku tak mau besok mataku bengkak karena hal itu (__ __'). Saat aku baca pesan terkirimku untuknya yang terakhir itu, aku merasa menjadi orang paling polos sedunia. Mengapa tidak ? Karena jawabanku yang santai dan tak marah sama sekali. Oh Tuhan, Begitu sangat aku sayang padanya hingga seperti inikah ? Kesalahan terbesarnya yang membuat aku menjadi lemas seketika tapi aku tetap berusaha sabar untuknya. Apakah salah bila aku seperti ini ? Hatiku saat itu rasanya sedang rasa nano-nano. Tak jelas, yang ada rasa pahit tergurat sedikit di hati saat ia berkata jujur seperti itu. Aku menunggu balasannya kembali. Lalu handphone ku bergetar kembali. Ternyata cepat membalas, tadi lama hingga aku menunggu setengah jam -.- mungkin ia berpikir terlebih dahulu.

From : my namja chingu
oh, lantas ?

Saat aku membaca balasan darinya, seketika kesal dan amarahku muncul saat itu. Aku berpikir, dia itu mempunyai hati atau tidak ? mempunyai otak atau tidak ? begitu polosnya dia bertanya seperti itu padahal hatiku sedang di buat tak karuan yang jelas tergambar sakit oleh jawaban-jawabannya. Aku pun membalas pesannya tersebut hingga tak terasa air mataku menetes. Padahal aku sedang tak ingin menangis saat itu.

To : my namja chingu
lantas apa ?

#delivered

From : my namja chingu
lantas apa salahnya ?

Aku diam seketika, menahan amarahku yang sudah meluap-luap. Rupanya Sung Jin belum menyadari kesalahannya. Dia dengan mudahnya bertanya seperti itu tanpa berpikir sama sekali.

To : my namja chingu
kamu masih bertanya 'lantas' dan apa salahnya ? Aku pikir jika kau menyukainya itu tak masalah dengan ku. Tapi apakah kamu berpikir aku disini seperti apa ? Jika kamu tak mempunyai seorang yeoja chingu, kamu bebas jika ingin berkata iya atau tidak tentang hal itu. Tapi ingat Sung Jin, kamu disini mempunyai yeoja chingu, yaitu aku. Aku di sini di anggap sebagai apa Sung Jin ? Kau bebas menjawab seperti itu tanpa ada rasa bersalah sementara aku disini sakit karena jawaban itu ! Lalu apa yang akan kamu lakukan jika dia menjadi menyukaimu ? Coba pikirkan !

Akhirnya aku menangis, aku menangis sejadi-jadinya saat itu. Sakit, benar-benar sakit. Sakit oleh jawabannya, sakit oleh sikap polosnya seolah aku hanya sebagai orang yang di butuhkan lalu saat tak di butuhkan, aku di buang seperti itu saja. Tiba-tiba handphoneku berdering kembali.....

TBC
wahahahahahhaahha mian yaaa jadi TBC soalnya mau di bikin penasaran aaaahh :p
mohon ya kritik dan sarannya soalnya author belum bisa bikin kata2nya yang bagus nih, suka musiman datengnya hehehe :p
makasih udah baca yaaa ^^