Selasa, 03 Januari 2012

T.O.L (tears of love) part 7

Author POV


H-O-L-I-D-A-Y , tulisan itu yang Han Eun tulis di buku diary nya. Dia menatap nanar tulisannya. Lalu menempelkannya pada dinding kamarnya. "holiday, bagaimana aku mengisinya ? Eottokae ?" ia berbicara sendiri. Seharian ia hanya menatap layar komputer kesayangannya. Tak ada kerjaan memang. Tapi inilah liburan yang ia rasakan. Sangat membosankan.


Drrt drrtt drrttt, satu pesan masuk ke handphonenya.


From : ************


CHUKAE !! kamu hebat membuat cerita yang sangat sangat mengesankan ! Membuatku muak untuk membacanya!


'Siapa ini ? dia mengetahui ceritaku ? Jangan-jangan....Andwe , andwe' ucap Han Eun dalam hatinya. Hatinya saat itu dibuat gelisah saat menerima pesan itu. Siapa yang mengirimkan pesan itu dia tidak mengetahuinya. Ia terdiam cukup lama. "Mungkinkah Sung Jin ?" tanyanya kepada diri sendiri sambil menatap nanar pada layar handphonenya. Han Eun tidak membalas pesan tersebut. untuk melupakannya sejenak. Lalu handphonenya kembali bergetar.Drrrttt drrrtt.....


From : Im Naya


hey hey hey, main yuuukk ? aku bosan sekali di rumah -_-' Ayolaaahh ..


Han Eun mengerutkan keningnya sejenak, lalu bibir tipisnya kemudian tersenyum kecil. Setelah itu ia membalas pesan tersebut.


To : Im Naya


KAJJA !! ^o^ aku juga bosan di rumah tiap hari hanya menatap laptop yang tak kunjung ku matikan, kekeke~ kapan ? kemana ? :O


#delivered


drrrt drrtt...


From : Im Naya


hm , kemana ya ? :| adakah usul ? bagaimana kalau besok ? :D


To : Im Naya


Tidaaak -_- otakku sedang tak bisa berfikir bila libur tiba u,u baiklah besok, jam berapa ?


#delivered


drrttt drrrttt


From : Im Naya
kekekekeekke ~ jam 10 di sekolah :)


*************


Esok harinya, Han Eun dari pagi sudah bersiap-siap untuk pergi hari ini. Ia sangat senang karena beberapa hari ini dia sangan bosan berdiam diri dirumah. Ia sudah berdandan dengan sederhana dan simple. Ia menunjukan bahwa inilah dia, hanya gadis biasa. Saat tiba disekolah, dia menunggu di depan koridor kelasnya. Sekolah saat liburan sangat sepi, tapi nyaman. Beberapa menit ia menunggu tapi Im Naya tak kunjung ada. Datangnya Jiyoung dengan memakai baju hijau toscanya yang indah. Jiyoung mengangkat tangannya dari jauh. "Hey ! Ikut main hari juga kamu ?" tanyanya dengan ceria dan sumeringah pada Han Eun. "Nee, aku bosan di rumah. Baju yang cantik Jiyoung" jawab Han Eun sambil memuji pakaian Jiyoung. "Gamsahamnidaaa, oh my God, tak di sangka setelah aku pulang kampung rasanya aku rindu sekolah, tapi aku tak rindu dengan tugas-tugas yang menggunung. Oh ya ngomong-ngomong hari ini kita main kemana ?" tanya Jiyoung masih dengan wajah cerianya. "Molla, aku hanya di ajak Im Naya, dan aku tidak bertanya lebih jauh. Memang siapa saja yang akan ikut main ?" tanya Han Eun. "Naya, kamu, aku, Sung Jin, JaeJin" jawab Jiyoung.
Saat mendengar nama Sung Jin, ia sedikit membeku. Pikirannya kembali ke Sung Jin. "Han Eun, gwechana ?" tanya Jiyoung yang terlihat khawatir. "Ne, na gwecana. emm bagaimana pulang kampungmu ? Menyenangkan ? Pasti ya ?" tanya Han Eun mengalihkan pembicaraan. "Wow, pulang kampung yang sangat..... amazing. Aku sudah lama tidak pulang ke Mokpo. Rasa-rasanya sangat rindu. Saat aku kesana semuanya sudah berubah. yah lumayan menjadi kota yang maju walaupun tak semaju Seoul. Tiap hari aku ke pantai bersama saudara-saudaraku, bermain api unggun disana, membakar ikan. Pokoknya pulang kampung yang very amazing." jelas Jiyoung. "wow, pasti menyenangkan sekali." kata Han Eun hanya tersenyum kecil. "How about your holiday ?" tanya Jiyoung. "Tak aneh, hanya rumah, layar komputer, makan dan tidur. Setiap hari hanya seperti itu dan itu" jawabnya dengan sedikit menunduk. "jangan sedih, kan sekarang kita main" kata Jiyoung dengan wajah cerianya menyemangati Han Eun. Han Eun hanya tersenyum kecil.
"Naya sudah menunggu di depan, Kajja kita ke gerbang" kata Jiyoung sambil menarik tangan Han Eun.Saat tiba di gerbang, Han Eun melihat Naya tidak sendiri. Ia bersama Jaejin dan Sung Jin. Mata Han Eun membulat ketika melihat Sung Jin, tapi ia sesegera mengalihkan pandangannya dan tidak melihatnya kembali. Jiyoung mengangkat tangannya dari jauh tanda menyapa mereka, dan Naya membalas sapaan itu. Lalu Jiyoung dan Han Eun menghampiri mereka. "Hey guys, sekarang kita kemana ? Beli ice cream ? Kimchi ? atau belanja-belanja ?" tanya Jiyoung dengan semangat. "Aku ingin ramyun. Sudah lama aku tak makan ramyun" pinta Naya. "Jalan-jalan tanpa tujuan seperti ini lebih baik pulang" ujar Sung Jin dengan agak sinis. "Jika tak ingin ikut dengan kami tak masalah, toh siapa juga yang menyuruhmu ikut ?" balas Naya dengan nada sinis bercanda. "Aku bosan dirumah" jelas Sung Jin. Han Eun hanya diam dan tak berkutik. Ia hanya bisa melihat kedua orang itu bercanda di depannya. Tapi Han Eun sudah tak mempedulikan hal tersebut. "Kajja, kita ke tempat ramyun. Kebetulan aku lapar dan aku tau dimana tempat ramyun yang enak" kali ini Han Eun bersuara. "Jeongmal ? Kajja kajja!" ajak Naya bersemangat. "Hanya ramyun saja ?" tanya Jaejin. "Molla, nanti saja kita obrolkan di sana" jawab Naya.


Han Eun POV
Saat di tempat ramyun pun, rasanya aku tak bersemangat saat tahu dia ikut juga. Sudah berulang kali Naya melakukan hal seperti ini. Mengajaknya bermain bersamaku saat bersamanya pula. Jelas-jelas aku sudah tak ingin melihat wajahnya yang bisa dibilang tidak lulus KKM sama sekali (--V). Tapi aku terpaksa, karena aku tak ingin mengecewakan ajakan temanku sendiri. Tak apalah, aku anggap saja dia tak ada itu sudah menjadi hal yang biasa. Dan dia juga terlihat nyaman jika kami tak saling berbicara satu sama lain, bertatap muka, apalagi bercanda. Dia nyaman seperti itu, dan aku juga harus menyamankan diri seperti itu. Aku pun makan ramyun yang sudah di pesan dengan suasana tak enak. Sung Jin terus mengobrol bersama Naya dan Jiyoung. Aku hanya diam dan menatap makanan yang malas untuk dimakan. Biasanya jika makanan yang aku santap itu ramyun, aku selalu bersemangat untuk memakannya, tapi ini tak ada semangat sama sekali. "Oh iyaa, aku punya cerita baru untuk kalian" kata Sung Jin. "Apa ?" tanya Jiyoung dan Naya bersamaan. "Ah sebaikanya aku tidak menceritakannya, takutnya ada yang menulis sembarangan tentang kehidupaku. Nanti dijadikan cerpen lagi. Cerpen yang jelas-jelas aku tak suka untuk membacanya" jelas Sung Jin. Perkataan itu jelas-jelas membuat hatiku merasa tertonjok. Maksudmu apa berbicara seperti itu Lee Sung Jin ???????!!!!!!!! Perkataanmu iu jelas-jelas menyindir seseorang dan pasti itu AKU , KIM HAN EUN. Hah , omona dia sembarangan jika berbicara. Rasanya ingin melempar sepatu ke mukanya. Ya, aku kesal ! Namja Baboya !!! Tak bisa , aku hanya bisa diam dan mengehela nafas, kemudian aku berfikir dengan baik-baik. Acuhkan saja omongannya tersebut Kim Han Eun. Dia memang tak pantas untuk berbicara seperti itu, jadi buktikan jika cerpenmu itu memang menarik dan bagus. Dia itu memang pintar dalam bidang Akademik, tapi hatinya tidak. Seenaknya saja dia mengolok-olok hasil karya orang lain. Tak apa Han Eun, buktikan jika kamu juga bisa untuk berkarya. F-I-G-H-T-I-N-G !!
Mereka tetap saja mengobrol walaupun ada obrolan tak enak yang menyudutkanku. Aku pura-pura sibuk dengan makananku yang tak kunjung habis. Setelah makanku habis, mereka masih asik saja mengobrol. Lalu aku pasang telingaku dengan earphone sambil mendengarkan instrumental kesayanganku, Only In Dream. Lagu yang pas dan menyisakan kenangan pahit dalam instrumental tersebut.
******
Tubuhku rasanya remuk sesaat. Lelah. Itu yang aku keluhkan untuk hari ini. Hanging out yang.......sudahlah mungkin tak usah di ungkit lagi. Lalu aku membuka laptop kesayanganku. Dan membuka me2day. Seperti biasa, ramai. Tapi menurutku flat dan tak ada seru-serunya. Mungkin aku sudah terlalu bosan. Aku ingat, beberapa hari lagi masuk sekolah. Sepertinya lebih baik aku mengerjakan beberapa buku paket. Sambil di temani oleh alunan musik, tanganku bergerak dengan sendirinya mengerjakan tugas. Tapi saat diputarkan beberapa lagu, pikiranku langsung melayang dan teringat kepada Sung Jin kembali. Omona, mengapa selalu saja dia yang aku ingat ? tak ada yang lainkah ? ANDWEE !! Ayolah Han Eun, bisakah kau melupakan laki-laki itu sejenak saja ? Bisakah kau muak untuk memikirkannya ? Han Eun, ingat nilai rapot mu semester kemarin, jatuh kan ? karena apa ? Karena selalu memikirkan dia Han Eun. Cobalah untuk bangkit! Dan kau pasti bisa ! KAJJA!Aku menyemangati diriku sendiri. Tak mudah bangkit dalam keterpurukan yang begitu lama. Tapi aku yang memilih itu. Pikiranku membangkai pada satu hal, yaitu dia. Tanpa maju atau tanpa melihat kedepan. Rasa-rasanya ini gila. Sudahlah Han Eun !Mungkin karena jenuh mengisi buku yang lumayan tebal, akhirnya aku beristirahat sejenak. Lalu tersirat dipikiranku untuk membuka me2day kembali. Dan aja yang aku lihat ? Neomu neomu apa! Sungguh menyakitkan. Benarkan, ternyata Sung Jin benar2 berniat untuk kembali pada Ah Ra. Username mereka selalu saja ada di timeline ku. Karena aku geram apalagi dengan Ah Ra yang sudah berjanji kepadaku waktu itu, sesegera mungkin aku meminta nomor handphonenya kepada temanku, lalu mengirimkan pesan singkat padanya. Saat aku akan mengirimkan pesan singkat, aku berfikir terlebih dahulu. Apakah aku harus datang kepadanya dengan marah atau damai ? Lebih baik damai. Itu keputusanku. Setidaknya jika damai lebih terlihat enjoy dan semua masalah akan terbuka.


To : Ah Ra


Ah Ra ?


#delivered


Aku berharap dia membalas pesan singkatku ini. Aku yakin dia adalah wanita yang mengerti keadaanku sekarang. Seharusnya aku tak begini, dia bukan siapa-siapa aku lagi tapi aku selalu panas jika Ah Ra dan Sung Jin saling bermention ria di me2day.


drrrt drrt


From : Ah Ra


Nuguseyo ?


To : Ah Ra

Han Eun imnida :)


#delivered


Beberapa menit setelah itu, aku menunggu balasannya. Lama tak membalas, mungkin dia terkejut karena tiba-tiba aku mengontak dia via pesan singkat. Drrrt drrrttt


From : Ah Ra

Ada apa Han Eun ? :))


To : Ah Ra

Aniya, aku hanya ingin mengontakmu saja. Mian sebelumnya jika aku mengganggu. Ku dengar kau ingin berbicara padaku tentang sesuatu :O


#delivered


Saat aku mengirimkan pesan itu, rasanya aneh. Tadinya aku yang akan berbicara padanya, mengapa jadi aku yang bertanya seperti ini padanya ? ._. tak apa lah , lebih baik dia yang berbicara duluan ketimbang aku.


From : Ah Ra

Ani :) siapa yang berkata seperti itu ? :o Sebenarnya ada, tapi sudahlah lupakan :)


To : Ah Ra

Apa ? Silahkan saja berbicara :D saya akan memaklumi ;) Tak usah takut, aku tak akan mencekikmu kekeke xD


#delivered

Rasanya sedikit geli bahwa aku sedikit membuat lelucon disaat seperti ini


From : Ah Ra

Aku ingin bertanya kepadamu, mengapa kamu menghapus akun me2day ku ? :o Mungkin ini baru perkiraanku , tapi rasanya itu benar :o


Saat aku menetima balasannya, rasanya hatiku sedikit tertonjok. Dia mengetahui bahwa aku menghapus akunnya. Aku langsung memanfaatkan keadaan itu agar masalah cepat selesai. Pada awalnya aku berbohong padanya bahwa aku tidak menghapus akun me2day nya, aku takut dia kecewa. Aku mengenal dia dengan berperasangkaan yang baik. Dan aku akhirnya berkata jujur.


To : Ah Ra

Ne, aku menghapusnya :|


#delivered


From : Ah Ra

Waeyo ? apakah ada masalah sebelumnya ? :o


To : Ah Ra

Ne, setiap kali melihatmu dan Sung Jin bermention ria di timeline ku, rasa-rasanya hatiku terbakar. Tapi tak sepantasnya aku seperti itu =')))))) *emot lebay* Aku bukanlah siapa-siapanya lagi tapi rasanya sulit untuk menghilangkan rasa. Sejujurnya, hatiku sakit sangat sangat sakit. Daripada aku terus-terusan sakit karena melihat kalian yang seperti itu, aku menghapus akun mu dari akunku. Tapi sebenarnya salahku, aku hanya terlalu iri mungkin :') Bagaimana Sung Jin dengan mu sekarang ?


#delivered

Rasanya tenang saat aku mengeluarkan semua unek-unek yang ada dalam hati dan pikiranku.


From : Ah Ra

Jeongmal mianhae sebelumnya, aku sudah membuat dirimu terluka :( Sebenarnya bukan keinginanku. Tapi dia selalu ada, karena kasihan aku balas saja mentionnya --' Mianhae jeongmal mianhae Han Eun :(( Aku dengannya ? Beberapa hari kebelakang ini dia selalu mengirimkan pesan singkat padaku. Dia terkadang bertanya sedang apa atau pesan singkatnya itu berupa gombalan padaku. Tapi aku hanya membalasnya dengan tertawa singkat ==' Mian sebelumnya :(


To : Ah Ra

Gwecana :)) aku lebih tenang sekarang karena aku mengetahui semuanya :)) Lalu mengapa kamu membalas seperti itu ? :O Dia lebih senang jika kamu membalasnya dengan panjang. Dia pasti sangat senang. Dia menyukaimu :))) *emot dusta*

#delivered


Sakit memang, tapi lega. Itu perasaanku sekarang. Mungkin inilah ikhlas. Tapi belum sepenuhnya aku bisa. Senang rasanya bisa sharing bersama orang yang jelas-jelas dulu aku benci karena sikapnya padaku yang menyakitkan hatiku. Tapi setelah dekat, ternyata orangnya lumayan untuk diajak sharing.


From : Ah Ra

Ya aku tau itu, tapi aku tetap tak ada rasa padanya --' Dia sangat baik padaku memang. Sudah 2x dia membelikan komik kesayanganku untukku. Pertama saat masih kelas 10, kedua yaitu kemarin saat dibagi rapot semester kemarin di lapang. Dia bilang dia masih punya hutang komik padaku. Padahal aku sudah lupa akan hal itu. Tapi dia membelikannya. Aku tak bisa menolaknya karena komik itu sangat berharga untukku --' Mianhae. Jeongmal mianhae :(((

Mworago ? Jadi kejadian waktu itu di lapang dia memberikan komik lagi ? Sebegitukah ? Eotteokae ? Tapi aku membaca ulang kembali pesan singkat itu. "Aku tetap tidak ada rasa padanya". Kasihan Sung Jin, sudah berusaha beberapa kali untuk mendapatkan hati Ah Ra, tapi tetap tidak bisa. Itukah yang disebut balasan ? Rasanya aku ingin tertawa terbahak-bahak bahwa jelas-jelas Ah Ra tidak berpihak padanya. Rasanya puas sekali hati ini, dia merasakan kegalauan karena dia tidak di terima oleh Ah Ra XD *rasakan kau hahahahaha* . Tapi ada rasa kasihan kepadanya .___.


To : Ah Ra

Ne gwecana Ah Ra-ya :)) Seharusnya kau lebih sering cerita tentang ini. Lalu bagaimana sekarang ? :o


#delivered


From : Ah Ra
Aku setengah hati bercerita tentang hal ini, aku takut menyakitimu :(( Sekarang aku jadi tidak terlalu membalas pesan singkatnya karena jenuh --' Aku sudah bilang aku tak ada rasa tapi tetap saja dia mengikutiku. Aku juga heran mengapa aku seperti ini --a Aku ingin bertanya padamu. Mian sebelumnya jika ini lancang, bagaimana perasaanmu pada Sung Jin sekarang ini ?


Saat menerima balasan itu, bisa dibilang campur aduk. Entah apa yang aku harus utarakan padanya. terlalu banyak rasa yang bercampur di hati ini, hingga tak bisa aku jelaskan. Lalu jari-jariku mengetik handphoneku kembali untuk membalas pesannya


To : Ah Ra.....




TBC...

wahahahah maaf maaf di potong, biar penasarann xD
maaf banget banget banget bila perlu di eja m.a.a.f b.a.n.g.e.t baru keluar sekarang ini part 7. Di samping saat itu sedang UAS, lalu saat liburan sedang tak ada inspirasi *yang ada malah galau* lalu saat masuk kembali ke rutinitas seperti biasa, tugas menumpuk jadi alhasil tak ada waktu.
Oh iyaaa ngmong2 tentang cerita di atas itu isinya emang bener seperti itu, cuman sama saya di udah kata2nya jadi formal dikit, terus ga sedingin di atas bahasanya, pake emot2 gitu lah aslinya mah hahah :D
cuman kalo di atas kalo pake emot asa gimana gitu *looh hihihihi :D
oh iya terus maaf aku cuman bisa share di sini dulu, di blog lagi ga aman nih, bneran asli ada yang ngubek2 taunya bacaan TOL aku, dan dia malah ngehina. Orangnya gajauh kok dari pelaku diatas ^^ jadi mohon maklum. Saya belum bisa share ini ke orang banyak karena takut di sangka gimana gitu, saya membuat TOL ini cuman sekedar mengisi waktu luang, lalu curhat via cerpen sekalian belajar lah hihih, dan sebagainya tapi saya belum siap buat ngshare ke orang banyak, yang kemarin cuman kesalahan saya aja yang ga bisa hati2 hihihi :D
maaf kalo ceritanya kurang menarik atau gimana gitu, biasa ngetiknya saat mata dalam keadaan darurat :D terimakasih atas perhatiannya ^^
beri komentar yaaa buat yang ini hihihi :D

0 komentar:

Posting Komentar